Polda Metro Jaya ringkus pengedar sabu dan etomidate di Jakbar
Pelaku pengedar narkoba jenis sabu dan catridge vape (rokok elektronik) berisi etomidate di kawasan Jakarta Barat yang berinisial AP (kiri) dan DA (kanan) ditangkap oleh Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Kamis (8/1/2026). ANTARA/HO-Ditresnarkoba Polda Metro Jaya.
Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menangkap dua pelaku pengedar narkoba jenis sabu dan catridge vape (rokok elektronik) yang berisi etomidate di kawasan Jakarta Barat (Jakbar).
"Kedua tersangka masing-masing berinisial AP (25) laki-laki dan DA (26) perempuan. Keduanya diamankan oleh Unit 1 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya pada Kamis (8/1) sekitar pukul 01.30 WIB di kawasan Tanjung Duren, Grogol Petamburan, Jakarta Barat," kata Kanit 1 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya Kompol Bagin Efrata dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Dia menjelaskan dalam pengungkapan tersebut, petugas menemukan narkotika jenis sabu seberat 4,35 gram serta 81 catridge vape yang berisi etomidate.
“Keduanya sedang melakukan pengiriman narkotika sabu seberat 4,35 gram dan 81 catridge vape berisi etomidate, dengan modus pengiriman dilakukan dengan menyamarkan narkotika dalam paket melalui jasa pengiriman online,” terang Bagin.
Selain sabu, dia menambahkan polisi turut mengamankan 58 catridge vape merk Ferrari dan 23 catridge vape merek Mercy.
"Selain itu, sejumlah barang bukti juga diamankan, seperti timbangan digital, plastik klip kosong, dan dua unit telepon genggam," ungkap Bagin.
Saat ini, dia menyebutkan kedua tersangka itu telah dibawa ke kantor Ditresnarkoba Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut.
Sebagai informasi, zat etomidate masuk dalam golongan narkotika dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) RI Nomor 15 Tahun 2025, yakni jenis narkotika golongan II.
Etomidate termasuk golongan obat yang mengandung zat adiktif dan dapat membuat penggunanya merasa seperti kehilangan kesadaran.
Jika etomidate terhirup ke dalam paru-paru melalui vape, maka dapat mengakibatkan kegagalan fungsi organ vital serta menyebabkan kebingungan, tremor, dan gaya berjalan yang tidak stabil.

