Polisi bekuk 1 pelaku pemalak bajaj di Tanah Abang
Gubernur Pramono Anung meminta petugas Satpol PP dan kepolisian menindak tegas untuk memberikan efek jera terhadap pelaku
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan tidak ada toleransi terhadap aksi premanisme di Ibu Kota. Instruksikan Satpol PP dan jajaran bertindak tegas terhadap para pelaku saat menghadiri acara halal bihalal di Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Minggu (12/04/2026) . Foto : RAdio Elshinta Heru Lianto
Polisi mengamankan satu orang pelaku dalam kasus dugaan pemalakan terhadap sopir bajaj yang videonya sempat viral di media sosial (Medsos).
Kapolsek Tanah Abang, AKBP Dhimas Prasetyo, mengatakan pelaku saat ini masih dalam proses pemeriksaan oleh penyidik.
“Sudah diamankan, sedang diambil keterangan,” ujar Dhimas kepada Radio Elshinta saat dikonfirmasi via WhatsApp, Senin (13/4).
Dhimas menerangkan, penangkapan dilakukan pada malam hari oleh jajaran Reskrim Polsek Tanah Abang.
Dari hasil pemeriksaan awal, terduga pelaku diketahui berinisial DP. Namun sayangnya, dia belum merinci lokasi penangkapan.
“Tadi malam satu terduga diamankan Reskrim Polsek Tanah Abang,” katanya.
Hingga kini, polisi masih mendalami kasus tersebut, termasuk kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat.
Sebelumnya dilaporkan Radio Elshinta, video beredar luas di media sosial memperlihatkan aksi pemalakan terhadap sopir bajaj.
Dalam video itu, korban mengaku dimintai uang hingga Rp100 ribu per hari, disertai ancaman perusakan kendaraan jika tidak memenuhi permintaan.
Kasus ini turut mendapat perhatian Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang mengecam keras praktik premanisme di ruang publik.
“Saya sudah melihat videonya dan sudah meminta Satpol PP serta kepala dinas untuk mengambil tindakan tegas terhadap hal itu,” ujar Pramono di Jakarta, Minggu (12/4).
Ia pun meminta petugas Satpol PP dan kepolisian melakukan penindakan tegas guna memberikan efek jera terhadap terduga pelaku.
Pasalnya, Pemprov DKI Jakarta tidak akan mentolerir segala bentuk premanisme yang terjadi di Ibu Kota.
“Tidak ada kompromi lagi. Premanisme di Jakarta, saya sebagai gubernur tidak ragu-ragu untuk mengambil tindakan tegas,” pungkasnya
Heru Lianto


