Polres Cianjur lakukan tindakan tegas terukur pelaku tawuran
Para pelaku tawuran di Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, terekam kamera CCTV warga membawa sejumlah senjata tajam, Minggu (22/2/2026).ANTARA/istimewa.
Kepolisian Resor Cianjur, Jawa Barat, melakukan tindakan tegas terukur bagi para pelaku tawuran dan perang sarung bersenjata tajam yang mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat saat menjalan ibadah puasa.
Kapolres Cianjur AKBP Alexander Yurikho Hadi di Cianjur, Minggu, mengatakan dalam dua hari terakhir jajarannya telah mengamankan sekitar 12 orang remaja terduga pelaku tawuran dan masih memburu beberapa orang pelaku lainnya.
Petugas menemukan sejumlah senjata tajam yang digunakan para pelaku saat melakukan aksi tawuran, sehingga proses hukum diberikan dan sejumlah pelaku lain yang sudah dikantongi identitas-nya masih dalam pengejaran petugas.
"Berbagai upaya pencegahan dilakukan agar aksi tawuran pada bulan puasa tidak terjadi, kami menurunkan puluhan personil termasuk tim patroli ke sejumlah wilayah rawan tawuran dan tindak pidana lainnya di Cianjur," katanya.
Tim patroli mengimbau dan membubarkan kerumunan anak muda atau remaja yang masih berkeliaran pada malam hingga dini hari guna menghindari hal yang tidak diinginkan selama bulan puasa, termasuk meminta orang tua meningkatkan pengawasan ketat terhadap anak.
Petugas dapat melakukan tindakan tegas terukur ketika mendapati pelaku aksi tawuran membawa senjata tajam dan dapat mengancam keselamatan warga atau petugas.
"Tindakan tegas terukur akan kami lakukan kalau para pelaku aksi tawuran membawa senjata tajam yang dapat mengancam keselamatan anggota dan masyarakat," katanya.
Seiring tingginya laporan aksi tawuran dan perang sarung yang terjadi di sejumlah wilayah di Cianjur selama awal puasa, pihaknya meningkatkan patroli gabungan menyisir sejumlah lokasi yang kerap dijadikan tempat tawuran pada malam hingga dini hari.
Termasuk melakukan patroli siber di berbagai media sosial yang kerap dijadikan tempat membuat janji sebelum melakukan aksi kekerasan jalanan seperti tawuran dan perang sarung.
"Ketika ditemukan di media sosial, petugas langsung melakukan berbagai langkah agar selama puasa berjalan aman dan lancar, tanpa ada penyakit masyarakat termasuk tawuran dan perang sarung,” katanya.


