Presiden dan akademisi bahas isu strategis ekonomi, pangan, dan energi

Membangun kesamaan pemahaman menghadapi tantangan nasional dan dinamika global

Update: 2026-01-15 08:01 GMT

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberikan keterangan kepada wartawan usai mendampingi pertemuan Presiden Prabowo bersama akademisi di Istana Negara, Kamis (15/1/2026). Foto : Radio Elshinta Rizki Rian   

Elshinta Peduli

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan bersama sekitar 1.200 pimpinan dan akademisi perguruan tinggi bidang sosial dan humaniora di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (15/1/2025).

Bahlil menyampaikan bahwa dalam pertemuan tersebut Presiden memberikan penjelasan kepada para pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta mengenai berbagai isu strategis nasional. Pembahasan tersebut mencakup kondisi ekonomi nasional, kedaulatan pangan, hingga agenda hilirisasi dan sektor energi.

“Tadi Bapak Presiden memberikan penjelasan kepada semua pimpinan perguruan tinggi baik negeri maupun swasta, saya kebetulan mendampingi, Bapak Presiden menjelaskan tentang kondisi negara kita, kondisi ekonomi, kedaulatan pangan, termasuk membahas tentang hilirisasi dan energi,” ujar Bahlil.

Menurutnya, pertemuan tersebut menjadi forum komunikasi antara Presiden dan kalangan akademisi untuk menyampaikan pandangan strategis pemerintah. Menurutnya, dialog ini dinilai penting dalam membangun kesamaan pemahaman menghadapi tantangan nasional dan dinamika global.

“Saya pikir itu tadi dan saya pikir itulah sebuah langkah yang baik, forum yang baik karena ada satu komunikasi antara Bapak Presiden dengan para guru besar dan pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta,” lanjutnya.

Bahlil menambahkan, arahan Presiden mencakup pandangan umum tentang tata kelola negara serta strategi Indonesia dalam menghadapi situasi geopolitik global yang terus berkembang.

Elshinta Peduli

“Ya banyak hal, tentang bagaimana bernegara, kemudian juga bagaimana Indonesia bisa survival di era geopolitik yang seperti sekarang,” jelasnya.

Terkait isu pengelolaan tambang oleh perguruan tinggi, Bahlil menegaskan tidak ada pembahasan khusus dalam pertemuan tersebut. Ia hanya menyinggung bahwa secara regulasi, perguruan tinggi dimungkinkan menerima manfaat sesuai ketentuan perundang-undangan.

“Tidak dijelaskan secara spesifik, tapi bahwa memang secara undang-undang sekarang adalah kampus bisa menerima manfaat, penerima manfaat daripada pengelolaan tambang,” katanya.

Rizki Rian Saputra

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News