Sinergi DKI dan Muhammadiyah perkuat Jakarta Global
Kolaborasi Pemprov DKI dan Muhammadiyah dorong Jakarta jadi kota global inklusif berdaya saing
Antara
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan pentingnya memperkuat sinergi antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan Muhammadiyah dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang inklusif dan berdaya saing.
Hal tersebut disampaikan Pramono saat menghadiri kegiatan di Gedung Dakwah Muhammadiyah DKI Jakarta, Senen, Jakarta Pusat, Sabtu (4/4). Ia menilai kolaborasi antara pemerintah dan organisasi masyarakat menjadi kunci dalam pembangunan kota yang berkelanjutan.
Menurutnya, banyak pembangunan di Jakarta saat ini melibatkan partisipasi masyarakat tanpa bergantung sepenuhnya pada anggaran pemerintah. Pembangunan taman, halte, hingga ruang publik yang semakin tertata dan hijau disebut sebagai hasil dari kepercayaan yang terbangun antara pemerintah dan masyarakat.
Pramono juga mengapresiasi peran Muhammadiyah dalam mendukung berbagai program sosial Pemprov DKI Jakarta, termasuk program pemutihan ijazah bagi lebih dari 6.000 warga. Ia menilai dukungan jaringan Muhammadiyah sangat berperan dalam keberhasilan program tersebut.
Selain itu, ia menyoroti kontribusi Muhammadiyah dalam membangun tradisi sosial di Indonesia, seperti halalbihalal. Tradisi ini dinilai memiliki nilai penting dalam mempererat silaturahmi serta memperkuat persatuan di tengah keberagaman masyarakat.
Pramono menjelaskan bahwa sejak awal, Muhammadiyah telah memandang halalbihalal sebagai tradisi positif yang mencerminkan semangat saling memaafkan dan mempererat hubungan sosial. Tradisi ini bahkan telah diperkenalkan sejak awal abad ke-20 melalui publikasi internal organisasi tersebut.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa konsep halalbihalal relevan dalam mendukung visi Jakarta sebagai kota global yang terbuka bagi semua kalangan.
“Yang terpenting adalah bagaimana Jakarta menjadi rumah bagi semua golongan, semua agama, dan semua kelompok, yang diperlakukan secara terbuka dan adil,” ujar Pramono.
Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan elemen masyarakat seperti Muhammadiyah, Jakarta diharapkan mampu terus berkembang sebagai kota global yang inklusif, harmonis, dan kompetitif di tingkat internasional.


