Persiapan Haji 2026: Kemenhaj matangkan Tri sukses

Pemerintah siapkan layanan haji inklusif, ramah lansia dan disabilitas, dengan fokus sukses ritual, ekonomi, dan peradaban.

Update: 2026-02-06 06:50 GMT

Elshinta Bhery Hamza MCH 2026

Elshinta Peduli

JAKARTA – Harapan besar menyertai langkah Pemerintah Indonesia dalam menyambut musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi. Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, menegaskan komitmennya untuk menghadirkan penyelenggaraan yang profesional dan transparan. Dalam Rapat Kerja bersama Komite III DPD RI, ia memaparkan visi "Tri Sukses Haji" sebagai kompas utama pelayanan tahun ini.

"Kami menyadari bahwa penyelenggaraan haji merupakan amanah besar yang tidak hanya menuntut ketepatan regulasi dan kesiapan teknis, tapi juga menuntut integritas, ketulusan, dan kesungguhan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada tamu-tamu Allah," tegas Gus Irfan di Gedung DPD RI, Jakarta.

 

Visi Tri Sukses tersebut mencakup Sukses Ritual untuk memastikan kemabruran, Sukses Ekonomi bagi ekosistem nasional, dan Sukses Peradaban agar jamaah menjadi duta bangsa yang beradab. Guna mendukung sukses ritual, pemerintah secara khusus menggandeng dunia akademisi, salah satunya UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, untuk memperkuat pilar kesehatan jamaah.

Gus Irfan menjelaskan bahwa kolaborasi riset kesehatan sangat krusial, terutama terkait konsep istitha’ah. "Salah satu keunggulan dari UIN Maliki adalah Fakultas Kedokterannya, terkait dengan kedokteran haji. Kita berharap bisa bekerja sama agar bisa mengejar target menurunkan angka kesakitan jamaah haji kita," jelasnya saat kunjungan ke Kota Batu.

Sejalan dengan visi haji ramah lansia dan disabilitas, pemerintah telah mengamankan infrastruktur di Tanah Suci dengan sangat detail. Sebanyak 178 hotel di Makkah dan 100 hotel di Madinah telah disiapkan untuk menyambut jamaah. Selain akomodasi, aspek transportasi juga menjadi perhatian utama guna memastikan mobilitas jamaah yang memiliki keterbatasan fisik tetap berjalan lancar.

"Ada 45 unit bus untuk disabilitas yang kita siapkan juga. Proses penyediaan layanan transportasi saat ini sudah selesai dengan 15 perusahaan bus," papar Menhaj memberikan rincian teknis kesiapan armada tahun ini.

Elshinta Peduli

Tidak hanya soal fasilitas fisik, strategi pergerakan jamaah di lapangan juga dirombak demi keselamatan jiwa melalui skema Murur dan Tanazul. Kebijakan ini merupakan solusi cerdas untuk mengurai kepadatan di area Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina). Jamaah lansia dan risiko tinggi diberikan prioritas agar tidak perlu memaksakan diri dalam situasi yang berisiko bagi kesehatan mereka.

"Murur ditetapkan untuk keselamatan dan kesehatan jemaah, manajemen kepadatan, dan efisiensi pergerakan jemaah," ujar Menhaj seraya menambahkan bahwa jamaah yang mengambil skema Tanazul disarankan membatalkan lontar jumrah demi keamanan bersama di lokasi Jamarat.

Di tengah optimisme ini, Kementerian Haji dan Umrah juga bertindak tegas dalam melindungi jamaah dari praktik-praktik ilegal. Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha, menegaskan bahwa pemerintah tidak akan berkompromi dengan kartel haji atau oknum yang mencoba membangun opini negatif di media sosial demi keuntungan pribadi. Transparansi seleksi mitra kerja menjadi harga mati untuk menjamin kualitas fasilitas bagi jamaah.

"Kartel Haji sampai saat ini, sesuai amanah Presiden, Pak Menteri, dan Wakil Menteri, kita siap terus berkomitmen untuk memberantasnya. Doakan semuanya agar Penyelenggaraan Haji jauh lebih baik ke depannya," ungkap Ichsan Marsha menanggapi dinamika tantangan di lapangan.

 

Kepastian seluruh layanan ini diperkuat dengan dukungan finansial yang sehat dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Hingga saat ini, BPKH telah menyalurkan lebih dari separuh total kebutuhan biaya operasional kepada kementerian. Sinergi ini menjamin bahwa seluruh vendor layanan di Arab Saudi dapat bekerja maksimal sejak dini.

Kepala Badan Pelaksana BPKH, Fadlul Imansyah, menyampaikan dukungannya secara penuh, "Kita sudah mempersiapkan segala sesuatu untuk mendukung penyelenggaraan ibadah haji dari sisi pendanaan guna meningkatkan kualitas ibadah haji Indonesia."

 

Dengan kolaborasi lintas sektoral yang solid ini, calon jamaah diimbau untuk tetap fokus mempersiapkan kesehatan fisik dan kemandirian ibadah. Pemerintah optimistis bahwa musim haji 2026 akan menjadi catatan sejarah baru penyelenggaraan yang penuh kegembiraan, aman, dan berkeadaban bagi seluruh jamaah haji Indonesia.

Bhery Hamzah MCH 2026

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News