Tempo sampaikan permohonan maaf atas ilustrasi Surya Paloh
Elshinta/ Riho Atma Prasetyo
Ratusan kader Partai NasDem mendatangi kantor redaksi Tempo di Jalan Palmerah Barat, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (14/4/2026), untuk memprotes ilustrasi karikatur Ketua Umum Surya Paloh dalam edisi terbaru majalah tersebut.
Aksi yang diikuti massa berseragam biru dongker itu merupakan respons atas sampul Majalah Tempo edisi 13–19 April 2026 yang dinilai tidak mencerminkan fakta dan dianggap merendahkan martabat partai.
Perwakilan Tempo melalui Head of Corporate Secretary, Jajang Jamaludin, menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada perwakilan NasDem yang hadir.
“Kalau memang pemberitaan ini membuat kader NasDem sakit hati, kami minta maaf. Dampak ini kadang tidak bisa kami kendalikan,” ujar Jajang.
Sementara itu, Pemimpin Redaksi Majalah Tempo, Setri Yasra, menjelaskan bahwa ilustrasi tersebut merupakan bagian dari pendekatan editorial dalam menggambarkan dinamika politik yang tengah berkembang.
Menurutnya, visual tersebut dimaksudkan sebagai bentuk kekhawatiran atas potensi perubahan arah atau pengaruh terhadap internal partai.
“Kami tidak ingin NasDem ‘dicaplok’ oleh kelompok tertentu. Itu pesan yang ingin kami sampaikan dalam liputan ini,” kata Setri.
Di sisi lain, Ketua DPW NasDem DKI Jakarta, Wibi Andrino, menilai penjelasan tersebut tidak sejalan dengan dampak yang dirasakan kader di lapangan.
Ia menegaskan bahwa ilustrasi tersebut justru menimbulkan kesan merendahkan dan tidak mencerminkan realitas internal partai.
“Dalam perspektif Tempo mungkin ingin berpihak, tapi bagi kami justru merendahkan harkat dan martabat kader. Ini yang kami luruskan,” ujarnya.
NasDem pun meminta agar permohonan maaf tidak hanya disampaikan secara langsung, tetapi juga dipublikasikan secara terbuka melalui kanal resmi Tempo. Mereka memberikan tenggat waktu 1x24 jam untuk realisasi permintaan tersebut.
Aksi protes ini dipicu oleh sampul Majalah Tempo bertajuk “PT NasDem Indonesia Raya Tbk” yang menampilkan ilustrasi Surya Paloh serta mengangkat isu dinamika politik, termasuk wacana penggabungan partai yang melibatkan Prabowo Subianto dan Surya Paloh.
Selain tuntutan permohonan maaf, massa juga mendesak agar Tempo tetap menjaga prinsip etika jurnalistik, termasuk akurasi, proporsionalitas, dan sensitivitas dalam penyajian visual maupun isi pemberitaan.
Lp/ Riho Atma Prasetyo


