281 WNI masih berada di Iran di tengah konflik
Pemerintah terus memantau kondisi WNI di Iran dan menyiapkan evakuasi di tengah situasi keamanan yang belum stabil
Foto: Awaluddin M
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mencatat masih terdapat ratusan warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Iran di tengah eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Pelaksana Tugas Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah, mengatakan hingga saat ini terdapat 281 WNI yang masih berada di wilayah Iran, termasuk awak buah kapal (ABK) yang bekerja di perairan setempat.
“Saat ini masih tercatat total sekitar 281 orang WNI yang berada di wilayah Iran, 35 orang di antaranya adalah ABK yang berada di kapal-kapal di pesisir Iran,” ujar Pelaksana Tugas Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah dalam jumpa Pers di Kantor Kementerian Luar Negeri Jakarta, Rabu (8/4/2026)
Kemlu memastikan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran terus menjalin komunikasi dengan para WNI, baik yang menetap maupun non-residen, guna memantau kondisi mereka di tengah situasi yang masih dinamis.
Di sisi lain, pemerintah juga mencatat terdapat 720 WNI yang tertahan di kawasan Timur Tengah akibat gangguan penerbangan dan saat ini tengah dalam penanganan.
“Saat ini terdapat 720 WNI yang tertahan karena disrupsi penerbangan di berbagai wilayah di Timur Tengah dan sudah dalam penanganan untuk menunggu penerbangan ke tanah air,” kata Heni.
Kemlu menyatakan, perwakilan RI di kawasan juga telah memfasilitasi kepulangan mandiri ribuan WNI dari Timur Tengah.
“Perwakilan RI di Timur Tengah telah memfasilitasi proses repatriasi mandiri WNI sebanyak 2.285 orang, dan jumlah ini di luar dari jumlah WNI jemaah umrah yang dipulangkan,” ujar Heni.
Pemerintah saat ini terus menyiapkan langkah evakuasi lanjutan bagi WNI yang berada di wilayah terdampak konflik, dengan mempertimbangkan aspek keamanan secara menyeluruh.
“KBRI terus mematangkan rencana evakuasi tahap berikutnya dengan melakukan kontak dengan para WNI yang telah menyatakan siap untuk dievakuasi,” kata Heni.
Awaluddin M/Rama

