Antisipasi kepadatan Ketapang-Gilimanuk, Menhub tambah dermaga dan "Buffer Zone"
Penambahan infrastruktur ini disiapkan untuk menghadapi lonjakan kendaraan saat Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri yang jatuh berdekatan tahun depan.
Foto: Arie Dwi Prasetyo
Pemerintah berencana memperkuat infrastruktur penyeberangan di lintas Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk dengan menambah jumlah dermaga dan menyediakan *buffer zone* atau area penampungan kendaraan. Langkah ini diambil sebagai solusi mengurai kemacetan panjang yang kerap terjadi saat momen libur nasional.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menjelaskan, sistem layanan penyeberangan saat ini perlu dievaluasi, terutama terkait pencampuran kendaraan besar dan kecil yang membebani kapasitas pelabuhan serta akses jalan.
“Penyeberangan sebagaimana mungkin Pak Gubernur Bali bisa saksikan kemarin itu bahwa kita tidak bisa lagi menyatukan antara apa eh kendaraan berat, Pak, besar dengan kendaraan-kendaraan kecil di mana kapasitas pelabuhan maupun jalan sudah tidak memadai lagi, Pak,” ujar Dudy dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI di Senayan, Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Hadir dalam rapat tersebut Gubernur Bali I Wayan Koster beserta jajaran anggota Komisi V DPR RI guna membahas sinkronisasi pembangunan transportasi di wilayah Bali dan sekitarnya.
Sebagai solusi jangka pendek, Kementerian Perhubungan akan berkoordinasi dengan Pelindo untuk melakukan pengembangan fasilitas di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.
“Jadi untuk tahun ini, mohon izin Pak pimpinan, bahwa sebagai salah satu solusi jangka pendek, kami akan eh meminta kepada Pelindo untuk melakukan pengembangan pelabuhan khususnya di Ketapang dengan membuka beberapa dermaga baru,” kata Dudy.
Selain di Ketapang, pemerintah juga mengupayakan ketersediaan lahan di wilayah Gilimanuk, Bali, untuk dijadikan pelabuhan pasangan sementara. Hal ini bertujuan agar kapal-kapal dari Ketapang memiliki titik sandar tambahan yang memadai.
“Kemudian juga Pak Gubernur, nanti di wilayah Gilimanuk kami mengharap kami bisa mendapatkan wilayah-wilayah yang akan kami gunakan sebagai pelabuhan pasangan sementara, Pak Gubernur, untuk eh bisa menerima kapal-kapal penyeberangan yang dari Ketapang,” lanjut Dudy.
Selain penambahan dermaga, Menhub menekankan pentingnya *buffer zone* sebagai area kantong parkir sebelum kendaraan memasuki area pelabuhan. Namun, ia mengakui bahwa pengadaan lahan di Bali memiliki tantangan tersendiri.
“Demikian juga kami mengharapkan bahwa eh ke depannya kami bisa mendapatkan area-area untuk buffer zone, Pak,” tuturnya. “Memang agak sulit kita dapatkan di wilayah Bali dengan keterbatasan lahannya, namun demikian sebagai salah satu solusi alternatif kita memerlukan area-area penampungan, Pak," kata dia.
Upaya percepatan infrastruktur ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan trafik pada tahun depan, mengingat dua hari raya besar akan jatuh dalam waktu yang berdekatan.
“Untuk bisa mengatasi flow arus kendaraan yang begitu besar pada saat terjadinya pada saat event hari raya. Apalagi tahun depan, Pak, Hari Raya Nyepi dan Hari Raya Idul Fitri itu akan berdampingan,” ucap Dudy.
Arie Dwi Prasetyo/Rama


