Perempuan Papua dorong beasiswa Otsus dimaksimalkan untuk pendidikan anak muda
Dua perempuan muda Papua menilai beasiswa Otsus Papua perlu dimaksimalkan dan disosialisasikan agar lebih banyak anak muda mendapat akses pendidikan berkualitas
Caption foto: Cecilia Novani Mehue (kiri) dan Yunita Alanda Monim (kanan). Sumber: Istimewa
Dua perempuan muda berprestasi asal Papua, Cecilia Novani Mehue dan Yunita Alanda Monim, menilai dana Otsus Papua bidang pendidikan harus dimanfaatkan secara maksimal.
Mereka mendorong pemerintah daerah dan DPRD Papua aktif mensosialisasikan program beasiswa Papua agar menjangkau lebih banyak anak muda Papua.
Cecilia Mehue merupakan figur perempuan Papua yang berhasil menyelesaikan studi Sarjana di Amerika Serikat melalui beasiswa Otsus Papua.
Setelah menamatkan pendidikan S1 dan S2 di Oregon State University, Cecilia kini mengabdi sebagai anggota DPRD Papua.
“Saya ini aset hidup otonomi khusus Papua. Jadi saya harus pulang ke Papua untuk membantu masyarakat dalam bentuk apapun,” kata Cecilia saat diskusi Kemendagri di Jakarta.
Cecilia mengaku menerima beasiswa Otsus Papua pada masa Gubernur Lukas Enembe (alm) dan menempuh pendidikan di Amerika selama tujuh tahun.
Selama studi di Amerika, Cecilia aktif dalam pemberdayaan perempuan Papua melalui Ikatan Mahasiswa Papua Amerika dan Kanada (IMAPA).
Ia pernah menjabat sebagai Wakil Presiden IMAPA yang menaungi ratusan penerima program beasiswa Papua di Amerika dan Kanada.
“Saya ini berasal dari keluarga yang sederhana. Karena itu saya mencari beasiswa untuk sekolah dan pulang membantu orang tua dan masyarakat kami,” ungkap Cecilia.
Sekembali ke Papua, Cecilia membuka usaha kafe di Sentani dan mempekerjakan anak-anak muda Papua.
Ia juga mengabdi sebagai dosen kontrak di Universitas Swadiri Jayapura serta aktif di Yayasan Ada Kitong Pung Rumah dan kegiatan gereja.
Pada seleksi anggota DPRD Papua jalur Otsus periode 2024–2029, Cecilia mengikuti seluruh tahapan hingga terpilih sebagai anggota dewan.
“Sebagai anggota Dewan hasil pengangkatan dari jalur Otsus, tugas saya adalah menjaga dan memperjuangan hak-hak adat orang asli Papua agar bisa masuk dalam program pemerintah daerah,” timpalnya.
Berbeda dengan Cecilia, Puteri Indonesia Papua 2023 Yunita Alanda Monim mengaku tidak menerima beasiswa Otsus Papua.
Ia menyebut harus berjuang mandiri untuk membiayai pendidikan dan membangun masa depan.
“Waktu itu, informasi beasiswa Otsus belum banyak yang tahu karena kurangnya sosialisasi. Makanya banyak anak Papua yang berjuang sendiri menempuh pendidikan demi masa depan,” kata Yunita.
Yunita kini berprofesi sebagai penyiar TVRI dan karyawan PT Aneka Tambang (Antam) di Jakarta.
Ia mengaku senang karena belakangan semakin banyak anak muda Papua menerima program beasiswa Papua ke berbagai daerah dan luar negeri.
“Yang penting pemerintah perlu terus melakukan sosialisasi tentang program-program Otsus supaya makin banyak masyarakat Papua merasakan manfaatnya, terutama di bidang pendidikan,” ungkap Yunita.
Yunita juga mengungkap pengalamannya melihat siswa SMA asal Papua dikirim belajar ke sekolah berasrama di Jakarta.
“Menurut saya, pendidikan harus menjadi fokus perhatian dari program Otsus supaya makin banyak anak-anak muda Papua yang diberdayakan,” timpalnya.
Rama Pamungkas


