Capai target lifting, Menteri ESDM dialog dengan bos perusahaan migas

Update: 2026-02-01 06:07 GMT

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia berbicara dalam CEO Forum Awal Tahun 2026 di Jakarta, Jumat (30/1/2026). ANTARA/HO-Humas Kementerian ESDM

Elshinta Peduli

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia berdialog dengan sejumlah bos perusahaan hulu minyak dan gas bumi (migas) dalam rangka mengoptimalkan pencapaian target lifting pada 2026. Pada kesempatan tersebut, Bahlil mengapresiasi kinerja kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) hulu migas, yang telah berupaya mengoptimalkan produksi migas hingga mencapai target lifting minyak bumi sebesar 605 ribu barel per hari pada 2025.

"Bapak dan Ibu Pimpinan KKKS dan seluruh pasukannya, kalian adalah pahlawan lifting untuk tahun 2025. Saya atas nama pemerintah, menyampaikan terima kasih kepada semua KKKS, atas kontribusinya, atas kerja kerasnya, dalam mencapai target lifting kita di tahun 2025 sebesar 605,3 ribu barel per day," ujar Bahlil dalam CEO Forum Awal Tahun 2026 di Jakarta, Jumat (30/1).

Dalam rilis Kementerian ESDM yang dikutip di Jakarta, Minggu, Menteri Bahlil menyebutkan pentingnya diskusi dan komunikasi dua arah antara pemerintah selaku regulator, dengan KKKS sebagai eksekutor, supaya tercapai harmonisasi, sehingga lifting migas dapat tercapai.

"KKKS berperan di depan dan pemerintah mempunyai kepentingan besar terhadap bagaimana meningkatkan lifting. KKKS adalah eksekutor di lapangan, kami regulator. Nah, bagaimana ini kita tune-kan menjadi satu, sehingga iramanya bisa berjalan," ujar dia.

Bahlil juga menegaskan Kementerian ESDM, bersama dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), akan terus mendampingi KKKS dalam mengoptimalkan kinerja demi mencapai target lifting. Kementerian ESDM akan memastikan regulasi berjalan sebagaimana mestinya, juga meringkas birokrasi, serta mengawal percepatan perizinan, terutama yang melibatkan kementerian/lembaga lain.

Elshinta Peduli

Sementara itu, Presiden Indonesia Petroleum Association (IPA) Kathy Wu menyampaikan harapannya agar menjaga konsistensi serta komitmen dalam menjalankan regulasi terkait minyak dan gas bumi di Indonesia, supaya proyek yang berjalan dapat dieksekusi dengan baik.

Ia juga menyampaikan dukungannya dalam mencapai target Asta Cita pemerintah di sektor energi.

"Ketika proyek memasuki tahap operasi, sangat penting bahwa regulasi pemerintah tetap sama, karena itu akan melindungi operasional proyek, sehingga dapat memiliki ruang dan fokus pada pelaksanaan. Kami akan terus mendukung pemerintah untuk mewujudkan Asta Cita di sektor energi," kata Kathy.

Presiden ExxonMobil Indonesia Wade Floyd juga menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan pemerintah, sehingga pihaknya dapat mencapai target produksi minyak sebesar 150 ribu barel per hari. Dalam pengembangan proyek ke depan, ia juga menginginkan pemerintah dapat mendukung dalam menyelesaikan proses perizinan. 

"Kami berharap dapat berkolaborasi untuk memastikan ExxonMobil dapat memperoleh perizinan secepatnya, agar peningkatan produksi juga lebih cepat," ujar Wade.

Menutup dialog, Bahlil berharap kolaborasi dan kerja sama antara pemerintah dan KKKS dapat terus berjalan baik, supaya lifting migas terus meningkat dan mencapai target, terutama tahun ini.

"Terima kasih atas masukan Bapak Ibu semua, dan saya mohon bantuan untuk kita berkolaborasi terus dalam rangka meningkatkan lifting dan tugas-tugas kita ke depan di tahun 2026," kata Menteri ESDM.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News