Insinyur mesin pembuat pertanian zero waste raih Bintang Jasa Pratama

Insinyur mesin ITB angkatan 1989, Heri Sunarto, dianugerahi Tanda Kehormatan Bintang Jasa Pratama oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, atas terobosannya menerapkan logika industri dan mekanisasi dalam sistem pertanian terpadu nir-limbah (zero waste).

By :  Widodo
Update: 2026-01-09 06:20 GMT

Insinyur mesin ITB angkatan 1989, Heri Sunarto, yang dianugerahi Tanda Kehormatan Bintang Jasa Pratama oleh Presiden Prabowo Subianto, atas terobosannya menerapkan sistem pertanian terpadu nir-limbah (zero waste). (ANTARA/HO ITB)

Elshinta Peduli

Insinyur mesin ITB angkatan 1989, Heri Sunarto, dianugerahi Tanda Kehormatan Bintang Jasa Pratama oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, atas terobosannya menerapkan logika industri dan mekanisasi dalam sistem pertanian terpadu nir-limbah (zero waste).

Dalam keterangan yang diterima di Bandung, Kamis, penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Prabowo dalam rangkaian acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan Nasional Tahun 2025 di Desa Kertamukti, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1), karena Heri dinilai berhasil menjawab tantangan krisis lahan pangan melalui pendekatan teknis yang tidak lazim.

Alih-alih sekedar bercocok tanam, Heri merancang lahan sempit menjadi sebuah ekosistem produksi bertingkat yang efisien, menggabungkan disiplin ilmu teknik mesin dengan farmasi dan mikrobiologi.

Inovasi yang menjadi sorotan utama adalah konsep vertical farming terpadu yang ia kembangkan sebagai solusi pertanian perkotaan (urban farming).

Heri menyusun rantai produksi secara vertikal: lahan paling atas untuk hortikultura (cabai dan jahe), bagian bawah untuk kandang ayam, dan lapisan dasar sebagai penampungan kotoran untuk budidaya maggot.

Dalam sistem rekayasa Heri, tidak ada limbah yang terbuang. Maggot yang memakan limbah kotoran ayam dipanen kembali menjadi pakan unggas dan ikan yang kaya protein.

Lebih lanjut, Heri memanfaatkan kolam mina sebagai "pabrik pupuk organik". Dengan mengaplikasikan mikroba mikroorganisme pakan ikan, air limbah kolam diubah menjadi sumber nutrisi tanaman yang bekerja alami sepanjang waktu.

Pendekatan ini memangkas biaya pemupukan dan operasional secara signifikan, sekaligus menjaga keramahan lingkungan.

Elshinta Peduli

Total terdapat enam inovasi yang dikembangkan Heri dengan pendekatan pola industri, meliputi kebun bertingkat, peternakan ayam, pertanian tanaman, konversi limbah menjadi pakan sapi/kerbau, peternakan ruminansia, serta integrasi total pengelolaan limbah berbasis simbiosis mutualisme.

Kiprah Heri membuktikan bahwa sinergi antara pendidikan tinggi teknik dan praktik lapangan mampu melahirkan solusi konkret bagi ketahanan pangan nasional.

Inovasi ini dinilai sejalan dengan arahan Presiden Prabowo yang menekankan bahwa swasembada pangan adalah hasil kerja kolektif pembuat kebijakan, akademisi, dan praktisi di lapangan.

"Keberhasilan swasembada pangan sejatinya merupakan hasil kerja kolektif antara pembuat kebijakan, akademisi, dan pelaku lapangan, termasuk petani yang bekerja langsung di sawah dan ladang," kata Prabowo dalam laman Sekretariat Kabinet.

Selain Heri, dalam kesempatan tersebut Presiden juga menyematkan Bintang Jasa Utama kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman serta sejumlah tokoh pertanian lainnya yang berdedikasi memperkuat pasokan pangan Indonesia.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News