Investasi tambak udang Waingapu Rp7,2 T, KKP bidik devisa USD 285 juta
Investasi jumbo senilai Rp7,2 triliun di NTT diproyeksikan genjot PDRB Sumba Timur hingga 34,7 persen dan serap 8.820 tenaga kerja lokal.
Foto: Awaluddin M
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyiapkan proyek tambak udang terintegrasi di Waingapu, Nusa Tenggara Timur (NTT) senilai Rp7,2 triliun. Investasi besar ini diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi daerah sekaligus memperkuat penetrasi ekspor perikanan nasional.
Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya, TB Haeru Rahayu, menjelaskan bahwa proyek ini mengusung standar budidaya modern yang berkelanjutan, mulai dari sistem intake hingga pengelolaan limbah (IPAL).
“Pendanaannya cukup luar biasa, ini mencapai Rp7,2 triliun dengan kebutuhan konstruksi sekitar Rp7,1 triliun. Proyeksinya kita ingin memastikan best practices itu bisa tercapai, sekitar 40 ton per hektare per tahun,” ujar Haeru dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (1/4/2026).
Target Produksi dan Pasar Global
Dengan luas lahan produktif 1.361 hektare, pemerintah menargetkan produksi tahunan mencapai 52.000 ton udang yang menyasar pasar Amerika Serikat dan China.
“Kalau hitung-hitungan kami, dalam satu tahun bisa sekitar 52.000 ton udang yang dihasilkan dari Waingapu ini,” katanya.
Proyek ini dibiayai melalui skema Kredit Swasta Asing (KSA) dengan fasilitasi Kementerian Keuangan. Selain devisa, dampak ekonomi bagi Sumba Timur diprediksi sangat signifikan.
Lonjakan PDRB dan Serapan Kerja
Kepala BPPSDMKP, I Nyoman Radiarta, menyebut investasi ini berpotensi meningkatkan PDRB daerah hingga 34,7 persen serta menyerap 8.820 tenaga kerja.
“PDRB Sumba Timur meningkat dari sekitar Rp7,8 triliun menjadi Rp10,5 triliun. Nilai ekonomi udang mencapai Rp3,38 triliun per tahun dan sumbangan devisa negara sebesar 285 juta dolar AS,” jelas Radiarta.
Selain itu, proyek ini diperkirakan menciptakan perputaran upah hingga Rp260 miliar per tahun yang akan berdampak langsung pada kesejahteraan ribuan keluarga pekerja lokal di NTT.
Awaluddin Marifatullah/Rama


