Kemenag dan Elshinta gelar Ekspedisi Masjid Indonesia, 108 masjid jadi titik pantau

Program Masjid Ramah Pemudik membuka ribuan masjid selama arus mudik Lebaran, sementara tim ekspedisi Kemenag dan Elshinta memantau 108 titik jalur perjalanan.

Update: 2026-03-11 07:56 GMT

Sumber foto: Rama

Indomie

Kementerian Agama Republik Indonesia bekerja sama dengan Radio Elshinta menggelar Ekspedisi Masjid Indonesia untuk memantau kesiapan masjid dalam melayani pemudik Lebaran 2026.

Sebanyak 108 masjid di 21 provinsi akan menjadi titik pantau tim ekspedisi. Masjid-masjid tersebut merupakan bagian dari program Masjid Ramah Pemudik yang disiapkan sebagai tempat singgah bagi masyarakat selama arus mudik.

Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Arsad Hidayat, mengatakan program ini merupakan implementasi kebijakan pemberdayaan rumah ibadah agar memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

“Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga bisa memberi kebermanfaatan bagi masyarakat, salah satunya dengan melayani para pemudik saat musim Lebaran,” kata Arsad, saat diwawancarai Elshinta di Kantor Kemenag, Rabu (11/3/2029).

Pada tahun 2026, program Masjid Ramah Pemudik melibatkan sekitar 6.589 masjid di berbagai daerah. Masjid-masjid tersebut akan dibuka selama 24 jam sehingga dapat dimanfaatkan pemudik untuk beristirahat, melaksanakan salat, atau sekadar berhenti sejenak sebelum melanjutkan perjalanan.

Menurut Arsad, beberapa masjid bahkan menyiapkan fasilitas tambahan seperti tempat istirahat, air minum, hingga takjil bagi pemudik yang masih menjalankan puasa Ramadan. Ia berharap keberadaan masjid sebagai tempat singgah dapat membantu mengurangi risiko kecelakaan akibat kelelahan selama perjalanan mudik.

“Kalau pemudik merasa lelah di perjalanan, lebih baik beristirahat sejenak di masjid sebelum melanjutkan perjalanan,” ujarnya.

Elshinta Peduli

Melalui Ekspedisi Masjid Indonesia, tim akan mendatangi berbagai masjid yang berada di jalur mudik untuk memantau fasilitas yang tersedia serta kesiapan pengelola dalam melayani pemudik. Kegiatan ini juga bertujuan menginformasikan kepada masyarakat mengenai keberadaan masjid-masjid ramah pemudik melalui siaran Radio Elshinta.

Tim ekspedisi akan melintasi sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk Jawa, Sumatera, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi, hingga Papua. Selain memantau fasilitas masjid, tim juga akan mengumpulkan masukan dari pemudik terkait pelaksanaan program tersebut sebagai bahan evaluasi ke depan.

Program Masjid Ramah Pemudik resmi diluncurkan pada 11 Maret 2026 dan akan berlangsung hingga H+7 setelah Lebaran. Dengan program ini, Kementerian Agama berharap masjid dapat berperan lebih luas sebagai ruang pelayanan masyarakat, sekaligus membantu menciptakan perjalanan mudik yang lebih aman dan nyaman.

Rama Pamungkas

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News