Program Masjid Ramah Pemudik Kemenag juga untuk tekan angka kecelakaan
BPKH perkuat tata kelola dan pengawasan pengelolaan dana haji di tengah meningkatnya kompleksitas risiko dan tuntutan transparansi publik.
Foto: Rama
Program Masjid Ramah Pemudik yang digagas Kementerian Agama RI ditujukan untuk membantu pemudik beristirahat sekaligus menekan angka kecelakaan selama arus mudik Lebaran.
Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Ditjen Bimas Islam Kemenag, Arsad Hidayat, mengatakan program ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan rumah ibadah.
"Kami juga terpikir dengan adanya Masjid Ramah Pemudik ini bisa memberikan kontribusi meminimalisir tingkat fatalitas kecelakaan para pemudik ketika mereka melakukan mudik,” ujar Arsad di kantor Kemenag, Rabu (11/3/2026).
Menurut dia, masjid tidak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang pelayanan bagi masyarakat.
“Melalui program ini, masjid diharapkan bisa memberi manfaat lebih luas, termasuk membantu para pemudik yang melakukan perjalanan jauh,” kata Arsad.
Pada tahun 2026, program ini melibatkan sekitar 6.589 masjid di berbagai wilayah Indonesia. Masjid-masjid tersebut akan dibuka selama 24 jam agar dapat dimanfaatkan pemudik untuk beristirahat, salat, atau sekadar melepas lelah sebelum melanjutkan perjalanan.
Sejumlah masjid juga menyiapkan fasilitas tambahan seperti tempat istirahat, kasur, hingga takjil bagi pemudik yang masih menjalankan puasa Ramadan. Arsad mengatakan keberadaan masjid sebagai tempat singgah diharapkan dapat membantu pemudik yang mengalami kelelahan saat berkendara.
“Kalau pemudik merasa lelah atau mengantuk, lebih baik berhenti dan beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan,” ujarnya.
Menurut dia, langkah tersebut dapat membantu mengurangi risiko kecelakaan selama arus mudik. Selain program Masjid Ramah Pemudik, Kemenag juga meluncurkan Ekspedisi Masjid Indonesia yang dilakukan bersama Radio Elshinta.
Tim ekspedisi akan memantau kesiapan masjid yang melayani pemudik di berbagai wilayah. Kegiatan ini juga bertujuan menyosialisasikan program Masjid Ramah Pemudik kepada masyarakat.
Ekspedisi tersebut direncanakan melintasi 21 provinsi, mulai dari Jawa, Sumatera, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi, hingga Papua. Sebanyak 108 masjid akan disinggahi tim ekspedisi untuk melihat langsung fasilitas yang disiapkan bagi pemudik.
Program Masjid Ramah Pemudik mulai dilaksanakan pada 11 Maret 2026 dan berlangsung hingga H+7 Lebaran.
Rama Pamungkas


