Kemenhaj matangkan mitigasi keamanan dan skema Dam untuk Jemaah Haji 2026

Pemerintah siapkan skenario keamanan dan layanan haji 2026 di tengah dinamika global

Update: 2026-03-31 06:12 GMT

Ka'bah

Indomie

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia tengah melakukan akselerasi persiapan operasional haji 1447 H/2026 M dengan fokus pada mitigasi keamanan jemaah.

"Keselamatan jemaah tetap menjadi prioritas utama bagi kami," tegas Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenhaj, Puji Raharjo di Madinah, Senin (30/3/2026).

Puji menjelaskan, Kemenhaj telah menyusun langkah luar biasa guna menghadapi dinamika geopolitik dan eskalasi di kawasan Timur Tengah saat ini.

"Kami tengah menyiapkan beberapa skenario mitigasi yang komprehensif untuk memastikan jemaah dapat beribadah dengan aman dan tenang," ungkap Puji saat menerima kunjungan Komite III DPD RI.

Selain keamanan, pemerintah juga mematangkan skema Tanazul atau pemulangan lebih awal/penundaan dan Murur saat melintas di Muzdalifah demi kelancaran arus jemaah. "Kami sedang mematangkan mekanisme pembayaran Dam, baik yang dilakukan di Tanah Suci maupun di Tanah Air, " tambah Puji terkait kewajiban denda sembelihan.

Terkait Dam tersebut, Puji menekankan bahwa pemerintah memberikan kebebasan penuh kepada jemaah sesuai dengan keyakinan dan pilihan masing-masing. "Pemerintah memberikan kebebasan kepada jemaah sesuai keyakinan masing-masing. Kami hanya memfasilitasi dan memberikan kemudahan," tegasnya memastikan prinsip kemudahan ibadah.

Senada dengan hal itu, Pembantu Teknis Urusan Haji Umrah KUH Jeddah, Zakaria Anshori, memastikan tim lapangan terus bekerja intensif mematangkan layanan teknis. "Kesiapan transportasi, hotel, dapur katering, hingga layanan kesehatan terus dimatangkan sebelum kloter pertama tiba," ujar Zakaria mengenai kesiapan sarana prasarana.

Elshinta Peduli

Langkah strategis ini pun mendapat apresiasi dari Wakil Ketua Komite III DPD RI, Dailami Firdaus, yang hadir melakukan pengawasan langsung di Madinah. "Kami mendukung penuh langkah pemerintah, namun pengawasan lapangan terutama pada kesiapan petugas dan kenyamanan hotel di Madinah harus tetap dijaga ketat," pesan Dailami.

Kegiatan kunjungan kerja ini pun ditutup dengan peninjauan langsung ke sejumlah dapur penyedia layanan katering jemaah di Madinah guna memastikan standar kualitas konsumsi.

Bhery Hamzah/Ter

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News