Kemensos kirim bantuan korban banjir Bekasi

Update: 2026-01-19 13:51 GMT

Banjir di Bekasi

Elshinta Peduli

Kementerian Sosial mengirim bantuan logistik untuk para korban banjir di Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat.

Bantuan dikirim dari Gudang Induk Bekasi ke posko Kabupaten Bekasi pada Minggu (18/1/2026).

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan bahwa keselamatan dan kebutuhan dasar warga terdampak menjadi prioritas dalam penanganan bencana.

"Kemensos akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan unsur terkait agar penanganan berjalan cepat dan tepat,” ujar Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Minggu (18/1/2026).

Banjir terjadi pada Sabtu sekitar pukul 23.00 WIB akibat tingginya intensitas hujan yang menyebabkan sistem drainase dan aliran sungai tidak mampu menampung debit air.

Genangan air dengan ketinggian antara 30 hingga 80 sentimeter merendam permukiman warga di beberapa kecamatan, terutama di wilayah dataran rendah. Selain mengganggu aktivitas masyarakat, banjir juga berdampak pada akses jalan lingkungan yang menyulitkan mobilitas warga.

Berdasarkan data sementara, sebanyak 3.294 kepala keluarga (KK) terdampak banjir, dengan 815 jiwa terpaksa mengungsi ke sejumlah lokasi pengungsian. Pengungsian tersebar di Desa Labansari, Hurip Jaya, Babelan Kota, dan Wanajaya. Hingga saat ini, tidak terdapat laporan korban meninggal maupun korban luka.

Lokasi terdampak meliputi Kecamatan Cikarang Timur, Babelan, Cikarang Utara, dan Cibitung. Proses pendataan dan asesmen masih terus berlangsung oleh Tagana dan Kampung Siaga Bencana (KSB), seiring dengan upaya evakuasi warga yang dilakukan secara bertahap.

Elshinta Peduli

Pemerintah daerah juga telah mendirikan dapur umum mandiri untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi.

Sebagai bentuk dukungan, Kemensos menyalurkan bantuan berupa makanan siap saji 1.000 paket, lauk pauk siap saji 1.000 paket, selimut 200 lembar, kasur 200 lembar, kidsware 200 paket, family kit 200 paket, serta tenda gulung 100 lembar untuk mendukung kebutuhan korban banjir.

Penanganan bencana ini melibatkan berbagai unsur, antara lain Dinas Sosial Kabupaten Bekasi, BPBD, TNI-Polri, aparat kecamatan dan desa, Tagana, KSB, serta instansi terkait lainnya. Hingga kini, warga terdampak masih bertahan di lokasi pengungsian sambil menunggu kondisi berangsur membaik.

Penulis: Hutomo Budi/Ter

Elshinta Peduli

Similar News