Kemnaker: Magang Nasional solusi lulusan baru menembus dunia kerja
Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Cris Kuntadi menilai Program Magang Nasional menjadi solusi konkret bagi lulusan baru (fresh graduate) perguruan tinggi yang kesulitan menembus dunia kerja akibat minim pengalaman kerja.
Cris dalam keterangannya di Jakarta, Senin, mengatakan pemerintah tidak ingin program ini untuk hanya menjadi kegiatan administratif, melainkan benar-benar memberi pengalaman kerja nyata yang dibutuhkan lulusan baru sebelum terjun ke pasar kerja.
“Kegiatan ini bagian dari monitoring dan evaluasi untuk memastikan pemagangan meningkatkan kompetensi dan kesiapan kerja lulusan perguruan tinggi. Ini penting agar mereka tidak terhambat hanya karena tidak punya pengalaman kerja,” kata dia.
Lebih lanjut, Cris mengatakan, pihaknya juga terus melakukan pengawasan dan evaluasi dari program yang diluncurkan pada tahun lalu tersebut. Salah satunya di sejumlah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di Kawasan Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.
Di Nusakambangan, lebih dari 200 peserta Program Magang Nasional saat ini menjalani magang di berbagai UPT Pemasyarakatan. Mereka ditempatkan di lingkungan kerja dengan disiplin tinggi dan sistem kerja nyata, yang jarang diperoleh lulusan baru di awal karier.
Cris menyebut Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) menjadi salah satu mitra strategis penyelenggara Magang Nasional sekaligus penyumbang terbesar penerima peserta magang secara nasional. Kemenimipas bahkan mengusulkan kebutuhan peserta magang lebih dari 30 ribu orang.
“Setelah seleksi dan penyesuaian, yang disetujui sebanyak 21.686 peserta dan tersebar di 835 satuan kerja Kemenimipas," ucap Cris.
Khusus di Jawa Tengah, jumlah peserta magang yang diterima di lingkungan Kemenimipas tercatat mencapai 2.004 orang. Angka ini menunjukkan besarnya kebutuhan dunia kerja terhadap talenta muda yang siap bekerja.
“Program ini memberi manfaat ganda. Satuan kerja terbantu, sementara lulusan baru mendapatkan pengalaman kerja langsung yang relevan dan terstruktur,” jelas Cris.
Selain bertemu peserta magang, Sekjen Kemnaker juga meninjau sejumlah UPT Pemasyarakatan, antara lain Kembang Kuning, Pasir Putih, Batu, dan Permisan. Selain itu, mengunjungi Balai Latihan Kerja Nusakambangan serta unit usaha produktif binaan Kemenimipas, seperti budidaya udang vaname, ikan sidat, perkebunan anggur, dan peternakan ayam.
“Melalui penguatan Program Magang Nasional, Kemnaker menegaskan komitmen negara menghadirkan jalan masuk yang lebih adil ke dunia kerja bagi lulusan baru, sekaligus memperkuat kesiapan SDM Indonesia menghadapi tantangan ketenagakerjaan,” ujarnya.


