Mendukung pemajuan kebudayaan nasional melalui Dana IndonesiaRaya

Update: 2026-04-09 09:20 GMT

Seniman tari reog memanggul anak saat Pawai 100 Reog di Desa Pasirian, Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (18/10/2025). Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui program Dana Indonesiana memberikan bantuan kepada para pelaku budaya dengan pembiayaan sekitar Rp465 miliar dari hasil pengelolaan Dana Abadi Kebudayaan yang menargetkan lebih dari 1.000 penerima manfaat baik individu, komunitas maupun lembaga budaya. ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/bar

Indomie

Sektor seni, budaya dan kreatif atau cultural and creative industry (CCI) diyakini mampu menjadi penopang ekonomi nasional. Indonesia diketahui memiliki keragaman budaya dari sisi kuantitas serta kedalaman sejarah. Saat ini terdapat setidaknya 2.727 Warisan Budaya Takbenda (WBTb) dengan potensi puluhan ribu lainnya yang terus dalam proses registrasi dan verifikasi.

Berdasarkan asumsi tersebut, pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan secara resmi meluncurkan dana abadi untuk sektor kebudayaan, yakni Dana IndonesiaRaya yang sebelumnya dikenal sebagai Dana Indonesiana.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan bahwa perubahan nama ini berdasarkan nomenklatur mengenai kebudayaan yang sebelumnya berdiri dengan kementerian lain, namun kini telah didukung adanya Kementerian Kebudayaan yang fokus dalam memajukan budaya Indonesia.

Selain itu, perubahan nama ini juga menjadi cerminan penguatan tata kelola, cakupan program yang diperluas serta peningkatan kualitas layanan yang dijanjikan akan lebih baik dari sebelumnya.

“Program ini sebelumnya dikenal sebagai Dana Indonesiana, dan kini kita ubah menjadi Dana IndonesiaRaya seiring dengan perubahan nomenklatur kementerian,” ujar Menteri Kebudayaan.

Besaran hingga laporan pemanfaatan

Adapun dana yang akan dikucurkan untuk tahun ini sebesar Rp500 miliar dari total anggaran sebesar Rp6 triliun atau meningkat sebesar Rp1 triliun dibandingkan dengan tahun 2025. Dana ini menurut Fadli mampu mendanai para pelaku budaya yang sesuai dengan kriteria yang ditetapkan setelah melalui seleksi dan penilaian oleh para juri.

Elshinta Peduli

Program yang merupakan kelanjutan dari Dana Indonesiana ini tetap dikelola bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), berdasarkan arahan Dewan Penyantun dengan memperhatikan prinsip tata kelola yang baik dan akuntabel.

Kementerian Kebudayaan juga mencatat pada tahun 2024 terdapat sekitar 346 penerima manfaat. Sementara pada tahun 2025 meningkat menjadi 2.117 penerima dari sekitar 7.000 proposal yang masuk dengan total pendanaan sebesar Rp141,78 miliar atau meningkat sebesar 511,85 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Secara kumulatif, hingga 31 Maret 2026, program ini telah menjangkau 3.036 penerima dengan total penyaluran mencapai Rp594 miliar. Pada tahun ini, program akan fokus pada empat aspek utama yakni mendukung berbagai program kebudayaan, peningkatan layanan melalui pengembangan sistem teknologi informasi yang memungkinkan proses pendaftaran hingga pelaporan dilakukan secara lebih transparan dan akuntabel.

Juga perluasan cakupan program menjadi empat skema utama dengan total 12 kategori kegiatan, termasuk penguatan ekosistem budaya dan dukungan terhadap Warisan Budaya Takbenda Indonesia yang telah diakui UNESCO. Kemudian,pelibatan Balai Pelestarian Kebudayaan sebagai mitra strategis di daerah dalam mendukung implementasi program secara lebih efektif dan tepat sasaran.

Program ini dapat diakses oleh komunitas dan pelaku budaya, produksi kegiatan kebudayaan, produksi media dalam mengembangkan kekayaan budaya Indonesia. Peserta yang terdiri atas komunitas, perseorangan hingga lembaga atau organisasi yang memiliki program dengan dampak yang sesuai dengan fokus program memiliki kesempatan yang lebih besar untuk mendapatkan pendanaan ini.

Laman danaindonesiaraya.kemenbud.go.id menyebut program ini mulai dibuka April 2026 dengan jadwal yakni pada April-Mei penerimaan proposal, Juni-Juli seleksi substansi serta akan diumumkan pada Juli 2026. Peserta diimbau untuk mencermati setiap syarat serta tahapan dalam pengajuan proposal.

Sekretaris Jenderal Kementerian Kebudayaan Bambang Wibawarta menyampaikan bahwa Dana IndonesiaRaya diarahkan untuk memberikan dampak yang lebih luas dan inklusi bagi komunitas budaya, termasuk melalui afirmasi terhadap anak-anak, perempuan, dan penyandang disabilitas sebagai bentuk keberpihakan kementerian.

Unit perpanjangan tangan Kementerian Kebudayaan, yakni sebanyak 33 Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) di Indonesia, bakal digerakkan untuk mendampingi calon penerima manfaat, terutama pada pengisian data administrasi melalui sistem yang disediakan, pemantauan serta evaluasi.

Kehadiran BPK ini juga diharapkan mampu menyentuh wilayah lain selain Bali, Pulau Jawa dan Sumatera yang sebelumnya mendominasi penerima manfaat. Bahkan menurut Fadli pada tahun lalu, tidak ada satupun peserta yang berasal dari Papua.

Dalam proses seleksi, pihaknya juga menghadirkan juri profesional untuk melakukan pengecekan kelengkapan administrasi, kualitas substansi proposal untuk memastikan proses penilaian berjalan dengan objektif, adil dan transparan.

Lebih jauh, berkaca pada tahun-tahun sebelumnya yang menyebabkan capaian penerima manfaat belum maksimal, hal ini disebabkan persoalan teknis yang meliputi rekening bank yang dormant, hingga masalah administrasi yakni fisik dokumen yang harus dipindai dan diketik ulang.

Sementara kini, proses pengajuan proposal pendanaan disederhanakan agar mendukung pemerataan pendaftar dari berbagai wilayah. Calon peserta dapat mengakses langkah pengajuan proposal melalui https://danaindonesiaraya.kemenbud.go.id/program

Kegiatan yang bisa didanai oleh program ini meliputi workshop, festival, pertunjukan serta kegiatan lain yang berkaitan dengan kebudayaan yang tentunya harus memiliki dampak nyata bagi masyarakat termasuk kaum marjinal, difabel, anak dan perempuan. Sekjen Kemenbud menambahkan bahwa peserta diharapkan dapat menyelenggarakan kegiatan setidaknya pada dua hingga tiga bulan ke depan.

Berbagai elemen yang ada di dalam ekosistem kebudayaan yang meliputi maestro, komunitas seni, lembaga kebudayaan, praktisi kreatif diharapkan turut andil memanfaatkan pendanaan tahun ini untuk memajukan kebudayaan Indonesia. Dana IndonesiaRaya juga diharapkan menjadi fondasi dalam pembangunan nasional serta mendorong daya saing Indonesia di panggung dunia.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News