Muhammadiyah Jateng cetak lebih 100 jurnalis baru

Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PWM Jawa Tengah menggelar Pesantren Jurnalistik dalam rangkaian kegiatan bulan ramadan di BPSDMD, Semarang, Jumat-Sabtu (6-7/3/2026).

Update: 2026-03-09 09:10 GMT

Sumber foto: Pranoto/elshinta.com. 

Indomie

Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PWM Jawa Tengah menggelar Pesantren Jurnalistik dalam rangkaian kegiatan bulan ramadan di BPSDMD, Semarang, Jumat-Sabtu (6-7/3/2026). Dengan mengusung tema "Akselerasi Dakwah Digital Muhammadiyah: Dari Penulisan AI Hingga Videografi Mobile" itu lebih dari 100 jurnalis baru dimunculkan oleh Persyarikatan yang identik dengan gerakan pembaharuan ini.

Ketua MPI PWM Jawa Tengah Rustam Aji menjelaskan, dakwah melalui tulisan tidak kalah pentingnya dengan dakwah kultural, apalagi era digitalisasi menuntut semua kalangan terutama Gen Z mempunyai hak menjadi obyek dakwah melalui dakwah digital.

"Media punya peran penting dalam penyampaian informasi, tidak kalah penting dengan peran dai yang menyampaikan pesan kebenaran, dakwah dan menganjurkan agar menjauhi larangan. Pesantren Jurnalistik yang diikuti total 110 peserta dari MPI kabupaten/kota Se Jawa Tengah dan kader-kader muda pegiat literasi ini diharapkan bisa menggerakkan arus informasi Persyarikatan, dan tekad kami bisa mencetak jurnalis Muhammadiyah baru dari kader ini, dan Alhamdulillah bisa terealisasi lewat Pesantren Jurnalistik Tahun 2026 ini," jelasnya.

Sementara Wakil Ketua PWM Jawa Tengah yang juga Pembina MPI Ustadz Wahyudi menyampaikan, pers atau media punya peran penting dalam penyampaian pesan dakwah dan menangkal berita hoaks. Berita bohong atau hoaks tidak hanya terjadi di era sekarang, namun di zaman Rosulallah SAW pun berita hoaks itu seringkali terjadi. Ada beberapa kisah yang menyebutkan di zaman nabi hoaks itu pernah terjadi, seperti istri nabi yaitu Siti Aisyah pada saat itu dikabarkan selingkuh dengan seseorang yang sebenarnya berniat menolong saat Siti Aisyah yang hilang keberadaanya saat ditandu para sahabat nabi pada saat peperangan.

Elshinta Peduli

"Namun setelah dilakukan klarifikasi perselingkuhan itu tidak ada, dan kabar itu diluruskan kembali. Dari itu bahaya hoaks itu memang benar-benar sudah ada sejak zaman nabi," pesannya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Pranoto, Senin (9/3). 

Adapun Rencana Tindak Lanjut (RTL) Pesantren Jurnalistik MPI PWM Jawa Tengah diantaranya:

1. Kompetisi berita dengan views tertinggi

2. Optimasi tim media di setiap MPI PDM, Kolaborasi dengan pihak PDM

3. Sinkronisasi tugas tim media dengan Sekretariat PDM

4. Adanya editor web yang tahu SEO

5. Uji Kompetensi Wartawan

6. Infak liputan tv minimal Rp200 ribu

7. Pelatihan Jurnalistik TV MU.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News