Padang Panjang sebar logistik dapur umum ke 11 lokasi

Update: 2025-11-30 06:49 GMT


Relawan dan petugas menyortir baju yang akan didistribusikan bagi pengungsi di Kota Padang Panjang, Minggu (30/11/2025). ANTARA/Muhammad Zulfikar


Pemerintah Kota Padang Panjang, Sumatera Barat (Sumbar) menyiapkan satu dapur umum untuk disebarkan ke 11 titik guna memenuhi kebutuhan dasar para penyintas banjir bandang dan tanah longsor yang melanda daerah itu pada Kamis (27/11).

"Dapur umum yang kita siapkan di Kota Padang Panjang ada satu tapi menjangkau 11 titik," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Padang Panjang Sonny Budaya Putra di Kota Padang Panjang, Minggu

Sekda mengatakan dari 11 titik tersebut distribusi paling besar berada di GOR bulu tangkis tepatnya di Bancah Laweh untuk menyuplai kebutuhan bagi 405 pengungsi. Kemudian logistik dapur umum juga menyasar penyintas yang berada di kantor kelurahan, pasar hingga beberapa sekolah.

Ia menjelaskan lokasi atau geografis Kota Padang Panjang yang tidak terlalu luas menjadi pertimbangan pemerintah daerah cukup hanya mendirikan satu dapur umum. Sebab, jarak antara satu titik ke titik lainnya hanya berkisar lima kilometer atau dapat ditempuh sekitar lima hingga 10 menit.

"Lokasinya tidak terlalu jauh sehingga distribusi 1.500 porsi ini bisa lebih cepat," kata dia.

Untuk kebutuhan dasar pemerintah daerah menyiapkan kebutuhan makan berupa sarapan pagi, makan siang dan makan malam. Khusus anak-anak, petugas memberikan susu terutama bagi yang membutuhkan.

Sonny mengatakan pendirian dan logistik dapur umum berasal dari anggaran pemerintah hingga para donatur serta para perantau Minangkabau yang peduli dengan musibah yang melanda daerah berjuluk Serambi Mekah tersebut.

"Bantuan dari donatur dan lain-lain sangat membantu dalam menangani bencana ini. Mudah-mudahan bencana ini segera pulih kembali," harap dia.

Saat ini persediaan logistik berupa makan cepat saji seperti mi cukup banyak. Hanya saja kebutuhan pokok seperti beras masih kekurangan. Pemerintah daerah berharap bantuan berupa beras bisa kembali disuplai.

Tags:    

Similar News