Pemkot Semarang bersih sungai untuk antisipasi cuaca ekstrem

Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Jawa Tengah melakukan kegiatan bersih sungai untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem yang dimungkinkan terjadi hingga akhir tahun.

By :  Widodo
Update: 2025-11-29 12:10 GMT

Petugas Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang membersihkan sungai dari sampah. ANTARA/HO-Pemkot Semarang.

Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Jawa Tengah melakukan kegiatan bersih sungai untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem yang dimungkinkan terjadi hingga akhir tahun.

Kepala DPU Kota Semarang Suwarto di Semarang, Sabtu, menjelaskan sejumlah langkah antisipasi dampak cuaca ekstrem sedang dilakukan, khususnya pembersihan sungai dari sedimen.

Dia mengatakan kegiatan tersebut meliputi pembersihan dari ranting-ranting serta material yang mengganggu aliran sungai.

Rumah-rumah yang berdiri di tepi sungai juga telah diberikan peringatan karena keberadaannya dinilai menghambat penanganan situasi darurat, terutama saat terjadi keadaan darurat, seperti kebakaran.

"Kami membersihkan kali dan ranting yang mengganggu. Rumah-rumah yang berada di tepi sungai juga kami peringatkan agar tidak berada di sana, karena kemarin saat kebakaran sempat menghalangi pemadam kebakaran," katanya.

Ia menyatakan telah berkoordinasi dengan pihak kelurahan dan kecamatan untuk memberikan arahan kepada warga yang masih menempati bantaran sungai agar tidak menghalangi jalur evakuasi dan akses petugas.

"Ini juga persiapan jika terjadi hujan, agar aliran sungai tetap lancar," katanya.

Kegiatan pembersihan dilakukan di sepanjang Sungai Semarang mulai dari kawasan Jalan Gajah Mada hingga Petudungan, dengan menerjunkan sekitar 200 orang. Mereka berasal dari berbagai unsur, di antaranya koramil, kelurahan, kecamatan, Dinas PU, serta Lembaga Kerjasama dan Praktik Magang (LKPM).

Dalam proses pembersihan sungai dari ranting-ranting tinggi, petugas juga menggunakan alat sky lift.

Pengerjaan di dasar sungai hanya dapat dilakukan secara manual karena alat berat tidak memungkinkan masuk lokasi.

Setelah ini, DPU Kota Semarang berencana melanjutkan pembersihan di Kali Banger, mengingat pada Minggu mendatang kawasan tersebut menjadi lokasi Festival Kali Banger, sekaligus karena banyak enceng gondok menumpuk di area itu.

Selain pembersihan sungai, Suwarto juga mengungkapkan bahwa pemerintah kota saat ini terus melakukan pengerukan sedimen di sejumlah gorong-gorong dan drainase.

Penanganan itu, terutama di kawasan rawan genangan, seperti Simpang Lima dan Jalan Gajah Mada sebagai upaya mencegah penyumbatan air saat hujan turun.

Ia berharap, kegiatan resik-resik sungai yang dilakukan secara rutin dapat menumbuhkan tanggung jawab masyarakat terhadap lingkungan.

"Kami berharap masyarakat tidak membuang sampah sembarangan dan ikut menjaga kebersihan lingkungan," demikian Suwarto.

Similar News