PI Sumbar berhasil salurkan 212 ribu ton pupuk subsidi pada 2025
Pupuk Indonesia (PI) Persero Wilayah Sumatera Barat (Sumbar), Riau dan Kepulauan Riau menyalurkan 212 ribu ton pupuk bersubsidi sepanjang 2025 untuk 19 kabupaten dan kota yang ada di Ranah Minang.
"Alhamdulillah serapan pupuk bersubsidi pada 2025 khususnya di Provinsi Sumbar berhasil melampaui capaian 2024 dengan realisasi sebesar 212.809 ton atau setara 86 persen," kata Manager Penjualan Wilayah Sumbar, Riau dan Kepulauan Riau PT Pupuk Indonesia (Persero) Fajar Ahmad di Kota Padang, Jumat.
Pada 2024 Pupuk Indonesia mencatat realisasi pupuk bersubsidi di Sumbar berada pada angka 160 ribu ton. Peningkatan signifikan ini tidak lepas dari upaya sosialisasi dan edukasi yang terus dilakukan hingga ke tingkat petani.
Sementara, pupuk yang tidak terealisasi pada 2025 berjumlah 33.612 ton dari alokasi keseluruhan 246.421 ton. Rinciannya, 27.729 ton jenis urea, 4.719 ton pupuk NPK, 721 ton NPK kakao dan 443 ton pupuk organik. Khusus di Sumbar terdapat empat jenis pupuk bersubsidi yang disalurkan. Untuk pupuk jenis urea jumlah realisasi mencapai 89.538 ton atau setara 76 persen. Kemudian, untuk jenis NPK terealisasi 121.975 ton.
Untuk jenis NPK kakao jumlah yang berhasil disalurkan sebanyak 589 ton dari alokasi 1.310 ton. Selanjutnya, Pupuk Indonesia juga berhasil menyalurkan jenis organik sebanyak 707 ton dari total alokasi 1.150 ton.
Fajar menyebutkan dari keempat jenis pupuk subsidi tersebut, pupuk jenis NPK dan urea paling banyak disalurkan kepada petani. Bahkan khusus di Kabupaten Pasaman Barat serapan pupuk urea mencapai 16.358 ton, dan 19.533 ton untuk jenis NPK. Sementara, untuk serapan paling rendah berada di Kabupaten Kepulauan Mentawai yakni masing-masing urea sebesar 10 ton, dan 21 ton untuk jenis NPK.

