Pusdalops catat 1.839 orang mengungsi akibat banjir di Kota Medan
Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB Kota Medan, Sumatera Utara mencatat 1.829 orang mengungsi akibat bencana banjir melanda wilayah itu.
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Waas mengunjungi para pengungsi. ANTARA/HO-HUmas Pemkot Medan.
Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB Kota Medan, Sumatera Utara mencatat 1.829 orang mengungsi akibat bencana banjir melanda wilayah itu.
Berdasarkan laporan yang diterima, di Medan, Sabtu bencana banjir terjadi pada Kamis (27/11) yang diakibatkan cuaca ekstrem.
Puslodapos mencatat ribuan masyarakat yang mengungsi tersebut tersebar di 11 lokasi pengungsian yang tersebar di sejumlah kecamatan.
Akibat peristiwa naas tersebut sebanyak 645 orang dilakukan evakuasi yang tersebar di 28 kelurahan dan 128 lingkungan di 11 kecamatan.
Adapun 11 kecamatan yang terdampak akibat bencana banjir tersebut yakni Kecamatan Medan Johor, Kecamatan Medan Selayang, Kecamatan Medan Maimun, Kecamatan Medan Baru, Kecamatan Medan Sungal dan Kecamatan Medan Polonia
Selain itu, Kecamatan Medan Petisah, Kecamatan Medan Helvetia, Kecamatan Medan Baru, Kecamatan Medan Labuhan dan Kecamatan Medan Marelan
Atas peristiwa tersebut, Pemerintah Kota Medan telah menetapkan status tanggap darurat bencana selama 27 November hingga 11 Desember 2025.
Status itu dituangkan Keputusan Wali Kota Medan Nomor 188.44/15.K Tentang Penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Alam di Kota Medan Tahun 2025
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Waas mengatakan pemerintah kota setempat telah melakukan berbagai upaya termasuk menyediakan dapur umum.
Ia memerintahkan seluruh jajarannya termasuk Camat dan Lurah untuk mengoptimalkan penanganan guna memastikan keselamatan masyarakat.
"Pemkot Medan berada dalam masa kesiagaan menghadapi cuaca ekstrem, menyusul hujan deras yang terus berlangsung sejak dua hari terakhir," ujarnya.