Sebanyak 40 bus per hari jalani ramp check di terminal Kampung Rambutan

Pemeriksaan kelayakan kendaraan dilakukan menjelang arus mudik Lebaran 2026 untuk memastikan bus AKAP yang beroperasi memenuhi standar keselamatan penumpang.

Update: 2026-03-09 12:57 GMT
Indomie

Pengelola Terminal Bus Kampung Rambutan, Jakarta Timur, menggelar ramp check menjelang angkutan mudik Lebaran 2026 atau Idul Fitri 1447 Hijriah.

Pemeriksaan kelayakan kendaraan itu dilakukan untuk memastikan keselamatan perjalanan penumpang selama periode mudik Lebaran.

Kepala Terminal Kampung Rambutan Revi Zulkarnaen mengatakan ramp check dilakukan terhadap bus antarkota antarprovinsi (AKAP) yang akan diberangkatkan.

Menurut Revi, pihak terminal menargetkan sedikitnya 40 unit bus diperiksa setiap hari sebelum membawa penumpang mudik.

“Kami menargetkan minimal 40 bus yang akan diberangkatkan diperiksa setiap hari,” kata Revi di Terminal Kampung Rambutan, Senin (9/3).

Ia menjelaskan setiap proses pemeriksaan bus membutuhkan waktu sekitar 20 menit.

Karena itu, jumlah tersebut menjadi target minimal pemeriksaan yang dapat dilakukan petugas setiap hari.

Ramp check meliputi tiga kategori pemeriksaan utama, yakni kelengkapan administrasi kendaraan, sistem utama kendaraan, dan sistem penunjang.

Pemeriksaan administrasi mencakup dokumen kendaraan seperti buku KIR, izin trayek, STNK, serta SIM pengemudi.

Selain itu, petugas memeriksa sistem utama kendaraan yang berkaitan langsung dengan keselamatan perjalanan.

Pemeriksaan meliputi sistem rem, roda, kemudi, serta lampu kendaraan.

Elshinta Peduli

Petugas juga memeriksa sistem penunjang kendaraan yang berkaitan dengan kelengkapan keselamatan di dalam bus.

Kelengkapan tersebut antara lain dongkrak, segitiga pengaman, kotak P3K, serta alat pemecah kaca darurat.

Revi menegaskan seluruh persyaratan kelayakan kendaraan harus dipenuhi sebelum bus diizinkan mengangkut penumpang.

“Jika masih rusak atau tidak berfungsi, kendaraan tidak diperkenankan diberangkatkan atau kami hentikan operasinya,” ujarnya.

Apabila kerusakan dapat diperbaiki di lokasi, bus akan diperiksa kembali sebelum diizinkan melanjutkan perjalanan.

Namun, jika kerusakan tidak dapat diperbaiki atau masih ada masalah pada sistem utama, bus tidak diperbolehkan beroperasi.

“Hal ini demi menjaga keselamatan penumpang selama perjalanan mudik Lebaran,” kata Revi.



Heru Lianto

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News