Sudin LH Jaksel targetkan 579 RW miliki bank sampah

Update: 2026-01-10 01:35 GMT
Elshinta Peduli

Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Selatan menargetkan sebanyak 579 Rukun Warga (RW) memiliki bank sampah sebagai salah satu upaya pengelolaan lingkungan yang berdampak bagi masyarakat.

"Ditargetkan setiap RW ada satu bank sampah. RW di Jakarta Selatan ada 579, jadi target 579 bank sampah," kata Kepala Suku Dinas (Sudin) Lingkungan Hidup Jakarta Selatan, Dedy Setiono saat dihubungi di Jakarta, Sabtu.

Dedy mengharapkan target ini mampu mengolah sampah yang lebih solutif dan menghasilkan nilai ekonomi bagi masyarakat. Jakarta Selatan (Jaksel) memiliki luas wilayah 153,9 kilometer persegi (km2) dengan 2,3 juta penduduk dan menghasilkan sekitar 1.900 ton sampah per hari.

“Melalui program bank sampah terjadi pengurangan sampah secara signifikan. Awalnya ada 355 bank sampah, setelah reaktivasi dan penambahan 215 unit, total kini mencapai 529," katanya.

Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, dari 2.748 RW yang ada di Jakarta, per Desember 2024, jumlah bank sampah warga di Jakarta sebanyak 1.878 RW dengan total 2.287 bank sampah. Dari total 2.287 bank sampah yang sudah terbentuk, setelah dilakukan monitoring dan evaluasi, terdapat 1.435 bank sampah (63 persen) berstatus aktif dan 852 bank sampah (37 persen) berstatus tidak aktif.

Elshinta Peduli

DLH DKI Jakarta bersama instansi terkait akan terus melakukan upaya untuk meningkatkan jumlah serta efektivitas bank sampah melalui sosialisasi pemilahan sampah kepada warga dan koordinasi dengan Ketua RW untuk penyusunan pengurus bank sampah.

Inventarisasi sarana dan prasarana yang telah dibagikan, termasuk timbangan, koordinasi dengan kelurahan dalam penerbitan SK bank sampah dengan dukungan walikota/camat/lurah serta pelatihan dan pendampingan operasional bank sampah.

Selain mendukung aspek lingkungan melalui bank sampah, pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular juga diharapkan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat serta mendukung target "zero waste" pada tahun 2050.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News