TNI beri santunan miliaran rupiah dan medali bagi prajurit yang gugur di Lebanon

TNI berikan santunan hingga Rp 1,8 miliar dan penghargaan internasional Medal Dag Hammarskjold bagi tiga prajurit yang gugur dalam misi UNIFIL di Lebanon.

Update: 2026-04-01 14:30 GMT
Indomie

Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (TNI) memastikan seluruh hak dan santunan bagi tiga prajurit yang gugur dalam misi perdamaian di Lebanon Selatan terpenuhi. Selain dukungan materiil, para prajurit tersebut juga dianugerahi penghargaan internasional dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mengungkapkan, santunan yang diberikan kepada keluarga ahli waris mencapai miliaran rupiah untuk masing-masing prajurit.

“Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar sebesar Rp1.894.688.236, Sertu Muhammad Nur Ikhwan sebesar Rp1.846.309.049, dan Praka Farizal Rhomadhon sebesar Rp1.854.075.205,” ujar Panglima TNI dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (1/4/2026).

Panglima menjelaskan bahwa nominal tersebut merupakan akumulasi dari berbagai komponen hak prajurit. Hal ini mencakup nilai tunai tabungan asuransi, santunan risiko kematian khusus, hingga jaminan pendidikan bagi keluarga yang ditinggalkan.

“Selain santunan tunai, ketiga prajurit juga mendapatkan Kenaikan Pangkat Luar Biasa Operasi Militer Selain Perang Anumerta atau KPLB OMSPA,” katanya.

Dana santunan tersebut berasal dari sejumlah sumber, antara lain santunan kematian PBB, dana watzah, Tabungan Wajib Perumahan Angkatan Darat (TWP AD), personal accident, serta santunan gugur dari pihak perbankan. TNI juga memberikan beasiswa pendidikan untuk dua orang anak dari masing-masing prajurit.

Elshinta Peduli

Para prajurit ini dianugerahi Medal Dag Hammarskjold. Penghargaan ini merupakan medali prestisius yang diberikan PBB kepada personel militer atau sipil yang gugur saat bertugas dalam operasi perdamaian.

“Mereka juga mendapatkan gaji terusan selama 12 bulan, meliputi gaji pokok, uang lauk pauk, dan tunjangan jabatan, serta pensiun janda setelah gaji terusan selesai dibayarkan,” lanjut Panglima.

Agus menegaskan bahwa pemenuhan hak-hak ini adalah komitmen mutlak institusi sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian dan pengorbanan tertinggi para prajurit.

Sebelumnya, Mabes TNI mengonfirmasi tiga prajurit gugur saat menjalankan misi di bawah bendera United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) akibat eskalasi konflik di Lebanon Selatan.

Peristiwa pertama terjadi pada Minggu (29/3/2026), di mana Praka Farizal Rhomadhon gugur setelah serangan artileri menghantam lokasi kontingen Indonesia di Adchit al-Qusayr.

Disusul peristiwa kedua pada Senin (31/3/2026), dua prajurit lainnya yakni Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ikhwan meninggal dunia setelah ledakan menghantam konvoi logistik UNIFIL.

Dalam insiden tersebut, dua prajurit lainnya, Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto, dilaporkan mengalami luka-luka dan saat ini telah mendapatkan penanganan medis secara intensif.

Heru Liantor/Rama

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News