Rupiah melemah dipengaruhi nominasi calon Ketua The Fed oleh Trump
Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan di Jakarta, Senin, bergerak melemah 12 poin atau 0,07 persen menjadi Rp16.798 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.786 per dolar AS.
Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan di Jakarta, Senin, bergerak melemah 12 poin atau 0,07 persen menjadi Rp16.798 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.786 per dolar AS.
Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi nominasi calon Ketua Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh oleh Presiden AS Donald Trump.
“Trump menominasikan mantan Gubernur Fed Kevin Warsh sebagai pilihannya untuk menggantikan ketua petahana Jerome Powell di pucuk pimpinan bank sentral,” kata Ibrahim dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin.
Mengutip Anadolu, Trump telah mengumumkan bahwa dirinya memilih mantan Gubernur The Fed Kevin Warsh sebagai pengganti Jerome Powell sebagai Ketua Bank Sentral AS yang akan berakhir masa jabatannya pada bulan Mei 2026.
Meskipun sebelumnya dikenal sebagai pendukung inflasi yang ketat, Warsh baru-baru ini berpihak pada Trump dengan secara terbuka menganjurkan suku bunga lebih rendah.
Trump sendiri sudah berulang kali mengatakan akan menunjuk seorang Ketua Fed yang mendukung suku bunga lebih rendah.
Dengan suku bunga saat ini antara 3,5-3,75 persen, Trump berpendapat bahwa AS harus memiliki suku bunga terendah di dunia dan menyerukan penurunan hingga 1 persen.
“Warsh sebagian besar dianggap setuju dengan seruan Trump untuk menurunkan suku bunga secara tajam. Namun, ia juga dipandang kritis terhadap aktivitas pembelian aset Fed, yang menunjukkan bahwa kebijakan moneter jangka panjang di bawah Warsh mungkin tidak selunak yang diantisipasi pasar pada awalnya,” ungkap Ibrahim.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah ke level Rp16.800 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.796 per dolar AS.

