BLDF tanam 60.321 bibit untuk penghijauan di kawasan lereng Muria Kudus

Update: 2026-02-11 09:30 GMT

Foto: Sutini/Radio Elshinta

Elshinta Peduli

Komitmen berkelanjutan dalam pelestarian lingkungan kembali diwujudkan melalui penanaman 60.321 bibit multipurpose tree species (MPTS) hasil konversi gerakan digital One Action One Tree (OAOT) 2026 oleh Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF).

Bibit yang berhasil terkumpul dari gerakan OAOT selama dua bulan terakhir, yang akan ditanam secara bertahap di kawasan lereng Muria, Kabupaten Kudus Jawa Tengah.

Pada tahun keenam penyelenggaraan OAOT, 650 peserta turut berkontribusi pada aksi peduli lingkungan lewat rangkaian aktivitas seperti berlari, bersepeda, dan bermedia sosial. Dari partisipasi tersebut, tercatat capaian kumulatif aktivitas bersepeda mencapai 67.941 kilometer, aktivitas lari mencapai jarak 31.051 kilometer, serta 525 konten media sosial terpublikasi pada kanal Instagram.

OAOT sendiri merupakan kegiatan tahunan dari Siap Sadar Lingkungan (Siap Darling) yang bertujuan untuk mengajak generasi muda bersama-sama melakukan aksi nyata peduli lingkungan. Bekerja sama dengan kelompok tani untuk merawat bibit yang tertanam di kawasan sekitar lereng Gunung Muria, Kabupaten Kudus, inisiatif ini bermaksud memberikan dampak ekonomi jangka panjang bagi komunitas dan ekologis bagi lingkungan. Penanaman hasil kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian seremoni penutupan OAOT 2026 yang digelar di Balai Desa Japan, Kabupaten Kudus, Selasa (10/2).

Melalui inisiatif OAOT, BLDF mendorong pendekatan pelestarian lingkungan yang terintegrasi dengan pemberdayaan ekonomi lokal. Bekerja sama dengan petani Kopi Muria, bibit pohon dirawat hingga memberikan nilai ekonomi, sehingga inisiatif ini tidak hanya berkontribusi pada pemulihan ekosistem lereng Muria, tetapi juga membuka peluang penghidupan keberlanjutan bagi petani setempat.

Director Communications Djarum Foundation Mutiara Diah Asmara menyampaikan bahwa OAOT dirancang untuk mempertemukaan gaya hidup generasi muda dengan aksi nyata pelestarian lingkungan.

Elshinta Peduli

“OAOT berangkat dari keyakinan bahwa aksi sederhana yang dilakukan secara konsisten dan kolektif dapat memberikan dampak berkelanjutan. Melalui OAOT, kami ingin mendorong generasi muda untuk terlibat aktif dalam gerakan lingkungan yang tidak hanya berdampak ekologis, tetapi juga memberi manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini.

Mutiara menambahkan, dukungan BLDF tidak berhenti pada penyediaan bibit pohon. “Karena itu, kami juga melengkapi program ini dengan pelatihan pengolahan kopi pasca panen, praktik manual brew, serta sesi pendekatan kreatif dalam pemasaran kopi melalui media sosial. Pendekatan ini kami lakukan untuk mendukung visi para petani Kopi Muria dalam memperkenalkan Kopi Muria kepada masyarakat yang lebih luas, sehingga upaya pelestarian lingkungan dapat berjalan seiring dengan penguatan ekonomi lokal,” lanjut Mutiara.

Kawasan lereng Muria dikenal sebagai wilayah strategis dengan fungsi ekologis penting sebagai kawasan resapan air dan penyangga ekosistem. Menurut Kementerian Kehutanan, sistem agroforestri Kopi Muria yang dikembangkan masyarakat setempat berperan dalam menjaga keseimbangan lingkungan, menekan risiko erosi, sekaligus menopang keberlanjutan penghidupan petani kopi.

Kementerian Kehutanan menilai sinergi antara BLDF, komunitas lokal, dan pegiat konservasi sebagai pendekatan yang sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mendorong pengelolaan hutan berkelanjutan berbasis masyarakat.

Kepala Seksi Wilayah I Perhutanan Sosial Yogyakarta Kementerian Kehutanan Ayi Firdaus Maturidy, menegaskan bahwa keterlibatan aktif masyarakat merupakan elemen kunci dalam kebijakan nasional.

"Gunung Muria memiliki peran dalam ekologis dan ekonomi, namun membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Sehingga peran para mitra, salah satunya Djarum Foundation dapat dilakukan berkelanjutan. Inisiatif kolaboratif seperti yang dilakukan di lereng Muria ini juga menunjukkan bahwa ketika masyarakat, komunitas, dan pihak swasta bergerak bersama, upaya konservasi dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan,” ujar Ayi.

Komitmen tersebut sejalan dengan inisiatif konservasi berbasis masyarakat yang digerakkan Ketua Yayasan Penggiat Konservasi Muria (PEKA Muria) Teguh Budi Wiyono. Sejak 2021, Teguh bersama 20 relawan dan petani kopi secara konsisten menanam dan merawat pohon di kawasan lereng Muria, dengan dukungan penyediaan bibit dari BLDF.

“Awalnya kami khawatir melihat kondisi Muria, terutama di sekitar sumber mata air yang mulai terbuka dan rawan. Dari situ kami mulai menanam bersama warga dan relawan. Pelan-pelan, tapi rutin,” ujarnya.

Teguh menambahkan bahwa dukungan dari berbagai pihak memperkuat gerakan yang telah dirintis masyarakat. “Bantuan bibit dari BLDF sangat membantu kami memperluas penanaman. Harapannya, pohon-pohon ini bukan hanya menjaga lingkungan, tetapi juga memberi nilai ekonomi bagi petani, supaya Muria tetap lestari dan tetap menghidupi,” kata Teguh.

Sementara itu, perwakilan top leaderboard mahasiwa OAOT kategori lari Muhammad Rifa Febrian menilai bahwa gerakan ini memberi ruang bagi generasi muda untuk berkontribusi nyata melalui hobi dan aktivitas sehari-hari, dapat terhubung dengan upaya konservasi yang lebih luas dan berdampak langsung bagi masyarakat di daerah penerima manfaat.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News