Rusak, jalan di bawah rel kereta api Lubuk Batang OKU segera diperbaiki
Atasi kerusakan jalan yang sempat ramai di media sosial, PPK 3.4 PJN III Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Selatan memastikan akan melakukan penanganan permanen terhadap ruas jalan nasional di bawah rel kereta api, Desa Lubuk Batang, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) pada tahun 2026. Selama 2025, ruas tersebut masih berada pada tahap pemeliharaan rutin karena ada kebijakan efisiensi anggaran.
Sumber foto: Adi Asmara/elshinta.com.
Atasi kerusakan jalan yang sempat ramai di media sosial, PPK 3.4 PJN III Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Selatan memastikan akan melakukan penanganan permanen terhadap ruas jalan nasional di bawah rel kereta api, Desa Lubuk Batang, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) pada tahun 2026. Selama 2025, ruas tersebut masih berada pada tahap pemeliharaan rutin karena ada kebijakan efisiensi anggaran.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.4 PJN III BPJN Sumatera Selatan, Hastinawati, menjelaskan bahwa kondisi jalan di lokasi Jalan di Bawah Rel Kereta Api Lubuk Batang, Kabupaten OKU belum mendapatkan penanganan efektif pada 2025 karena keterbatasan anggaran.
“Seharusnya di tahun 2025 sudah dilakukan perbaikan menyeluruh, namun karena adanya efisiensi anggaran, pekerjaan tersebut belum bisa dilaksanakan. Meski begitu, kami tetap melakukan pemeliharaan rutin agar jalan tetap fungsional,” ujar Hastinawati.
Ruas jalan nasional yang berada dalam tanggung jawab PPK 3.4 memiliki total panjang sekitar 103 kilometer. Khusus di Lubuk Batang, kondisi jalan berada pada cekungan di bawah rel kereta api sehingga rentan, dan mudah tergenang air dan mempercepat kerusakan.
Untuk menjaga kelancaran lalu lintas, pihak PPK 3.4 PJN III BPJN Sumsel rutin melakukan penambalan lubang menggunakan agregat, aspal dingin (coldmix), maupun campuran aspal panas. Selain itu, pembersihan saluran dan genangan air dilakukan hampir setiap bulan.
“Kami juga mendapat dukungan pengawasan dari Polres OKU yang aktif menyampaikan informasi kondisi di lapangan, sehingga kami bisa segera melakukan penanganan jika terjadi kerusakan,” tambahnya.
Lebih lanjut ia menambahkan, penanganan permanen direncanakan mulai awal 2026 melalui paket pekerjaan Preservasi Jalan dan Jembatan Ruas Prabumulih–Beringin–Batas Kabupaten OKU–Baturaja. Nilai paket pekerjaan tersebut lebih kurang Rp10 miliar dan mencakup beberapa segmen jalan, termasuk jembatan.
Khusus di Lubuk Batang, PPK 3.4 PJN III BPJN Sumsel akan melakukan rekonstruksi jalan (recon) sepanjang kurang lebih 150 meter, dilanjutkan dengan rigid pavement (beton). Selain itu, akan dibangun saluran drainase tertutup untuk mengatasi genangan air yang selama ini menjadi penyebab utama kerusakan jalan.
“Desain sudah disiapkan dan tim perencana telah melakukan pengukuran langsung di lapangan. Meski lokasi cukup sempit, desain memastikan jalan tetap aman dan bisa dilalui kendaraan,” jelas Hastina seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Adi Asmara, Rabu (21/1).
Saat ini, proses tender masih berlangsung dan ditargetkan kontrak dengan penyedia jasa dapat ditandatangani pada Februari 2026. Selama menunggu pekerjaan dimulai, BPJN memastikan pemeliharaan rutin tetap dilakukan agar jalan tidak membahayakan pengguna.
“Target kami, setelah penanganan permanen nanti, jalan di bawah rel Lubuk Batang tidak lagi tergenang dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat serta arus lalu lintas,” pungkasnya.
Untuk diketahui sebelumnya, kondisi jalan yang berlubang dan membahayakan bagi pengguna jalan, sempat ramai beredar di media sosial, berkaitan dengan itu, pihak BPJN Sumsel dalam hal ini PPK 3.4 langsung melakukan perbaikan rutin, dengan harapan jalan tetap fungsional, sebelum dilakukan perbaikan permanen.


