Silaturahmi ke pesantren pendiri NU, Gus Ipul sosialisasikan rencana muktamar
Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul) melanjutkan rangkaian silaturahmi Idulfitri pada hari keempat Lebaran dengan mengunjungi tiga pesantren pendiri Nahdlatul Ulama di Jombang, yakni Pesantren Tebuireng, Pesantren Tambakberas, dan Pesantren Denanyar.
Silaturahmi tersebut juga menjadi momentum untuk menyosialisasikan sekaligus memohon doa restu terkait persiapan Muktamar NU yang direncanakan Agustus dan Munas/Konbes di bulan April tahun ini.
“Silaturahmi ini tentu menjadi bagian dari ikhtiar kami untuk terus menjaga hubungan baik dengan para masyayikh dan kiai, sekaligus memohon doa restu agar seluruh agenda organisasi, termasuk persiapan Muktamar NU, bisa berjalan lancar, membawa maslahat, dan memperkuat jam’iyah,” ujar Gus Ipul, Rabu (25/3/2026).
Gus Ipul yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia Muktamar NU memulai rangkaian silaturahmi dengan sowan ke ndalem KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) di Ndalem Kesepuhan Tebuireng. Dalam kesempatan itu, ia juga mengikuti salat Magrib berjemaah di masjid utama pondok yang didirikan langsung oleh KH Hasyim Asy’ari itu.
Menurut Gus Ipul, Tebuireng memiliki nilai sejarah yang sangat penting bagi perjalanan NU dan bangsa Indonesia. Ia menyebut suasana pesantren yang tetap menjaga warisan sejarah menjadi pengingat penting tentang akar perjuangan ulama.
“Di Tebuireng kita bisa merasakan bagaimana nilai-nilai perjuangan, keteladanan, dan warisan para pendiri tetap hidup. Masjid yang didirikan langsung oleh Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari dan masih dipertahankan keasliannya menjadi pengingat tentang pentingnya merawat sejarah dan meneruskan perjuangan,” katanya.
Di Tebuireng, Gus Ipul juga bertemu dengan KH Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin) yang saat itu juga tengah bersilaturahmi ke pesantren tersebut.
Dari Tebuireng, Gus Ipul melanjutkan perjalanan ke Pesantren Tambakberas untuk bertemu para masyayikh, di antaranya KH Hasib Wahab, KH Achmad Hasan dan KH Abdurrozak Sholeh. Silaturahmi kemudian diteruskan ke Pesantren Denanyar untuk bertemu KH Abdussalam Shohib (Gus Salam).
Rangkaian kunjungan itu ditutup dengan ziarah ke makam KH Bisri Syansuri, Rais Aam ke-3 PBNU dan keluarga besar Pesantren Denanyar. Di kompleks makam yang berada di belakang masjid pesantren tersebut juga terdapat makam ayah Gus Ipul, KH Ahmad Yusuf Cholil, serta makam ayah Muhaimin Iskandar (Cak Imin), KH Muhammad Iskandar.
Gus Ipul mengatakan, silaturahmi dan ziarah ke pesantren-pesantren pendiri NU bukan sekadar tradisi Lebaran, melainkan bagian dari upaya merawat sanad keilmuan, perjuangan, dan kebersamaan dalam tubuh Nahdlatul Ulama.
“Pesantren-pesantren pendiri NU ini adalah mata air keteladanan. Dari tempat-tempat inilah kita belajar tentang keikhlasan, pengabdian, dan tanggung jawab untuk terus menjaga NU agar tetap memberi manfaat bagi umat, bangsa, dan negara,” ujar Gus Ipul.
Suwiryo/Ter


