Iran sebut ada pihak asing `membajak` unjuk rasa jadi kerusuhan

Update: 2026-01-23 02:10 GMT
Elshinta Peduli

Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi menyebut ada oknum-oknum dari unsur asing yang “membajak” aksi unjuk rasa di Iran pada akhir Desember 2025 sehingga berubah menjadi kerusuhan besar pada awal Januari sebelum mereda.

Dubes Boroujerdi, dalam taklimat media di Jakarta, Kamis, menjelaskan bahwa unjuk rasa awalnya berlangsung damai pada 28—31 Desember 2025 atas faktor pemicu yang wajar, antara lain kesulitan ekonomi dan depresiasi tajam mata uang rial Iran.

Di saat itu, pemerintah Iran mendengarkan aspirasi masyarakat yang berdemo secara damai dan sebenarnya telah siap mengambil tindak lanjut demi mengakomodasi tuntutan mereka, kata dia.

“Namun, pada fase kedua unjuk rasa di awal Januari, kami melihat ada pihak-pihak tertentu yang berupaya membajak aksi unjuk rasa damai masyarakat,” kata Dubes Iran.

Pemerintah Iran, kata dia, melihat ada sejumlah oknum pemrotes yang “melaksanakan komando dari luar negeri” untuk menciptakan kekacauan serta menyebabkan jatuhnya korban jiwa. Pada saat itulah, tepatnya di periode 1—7 Januari 2026, unjuk rasa berubah jadi kerusuhan.

“Kami telah melakukan penyadapan terhadap komunikasi dari luar negeri ... yang membuktikan adanya instruksi kepada oknum tertentu di tengah masyarakat untuk turun ke jalan dan menyerang aparat keamanan,” ucap Boroujerdi.

Dubes Iran menyebut “pembajakan” aksi tersebut dilakukan oleh Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel. Buktinya, sejumlah pejabat AS secara terang-terangan mendukung gerakan “pergantian rezim” di Iran, kata dia. Ia menyoroti pernyataan seorang pejabat AS lain yang bahkan secara terbuka “menyampaikan dukungan” kepada agen-agen intelijen Israel yang berkelindan di tengah masyarakat Iran.

Elshinta Peduli

Boroujerdi juga berkata bahwa AS dan Israel hendak mengeksploitasi besarnya jumlah korban jiwa dalam kerusuhan demi mendapatkan alasan untuk menyerang Iran atas nama perlindungan HAM. Namun, upaya-upaya tersebut berhasil digagalkan atas kerja keras otoritas keamanan Iran serta kesadaran masyarakatnya yang menolak intervensi asing, lanjutnya.

Usai langkah pemblokiran internet ditempuh pada 10 Januari, gejolak protes pun berangsur mereda dan provokator kerusuhan diamankan, ucap Dubes Iran.

Dubes turut mengungkapkan bahwa menurut catatan resmi pemerintah Iran, jumlah korban tewas dalam kerusuhan yang terjadi di puluhan kota tersebut mencapai 3.117 orang, dengan 2.427 di antaranya adalah warga sipil dan aparat keamanan.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News