Sungai Ketiwon meluap, permukiman RW 9 Kelurahan Panggung Kota Tegal terendam banjir

Sungai Ketiwon meluap pada Selasa (10/2) malam setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah hulu di Kabupaten Tegal. Curah hujan yang tinggi menyebabkan peningkatan debit air secara drastis hingga berdampak pada aliran sungai di wilayah hilir, Kota Tegal.

Update: 2026-02-12 15:20 GMT

Sumber foto: Hari Nurdiansyah/elshinta.com.

Elshinta Peduli

Sungai Ketiwon meluap pada Selasa (10/2) malam setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah hulu di Kabupaten Tegal. Curah hujan yang tinggi menyebabkan peningkatan debit air secara drastis hingga berdampak pada aliran sungai di wilayah hilir, Kota Tegal.

Luapan air sungai kemudian masuk ke permukiman warga di RW 9, Kelurahan Panggung, Kota Tegal. Sejumlah rumah warga dan akses jalan di lingkungan tersebut terendam banjir.

Tim gabungan dari BPBD, Kepolisian, Pemerintah Kota Tegal, pihak kelurahan, serta warga setempat langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat. Garis polisi juga dipasang di area tanggul yang rawan jebol akibat terkikis derasnya arus, sebagai langkah antisipasi awal.

Kapolres Tegal Kota, AKBP Heru Antariksa Cahya, turut meninjau langsung lokasi banjir guna memastikan proses penanganan berjalan efektif. Ia menyampaikan bahwa jajaran Polres telah menyiagakan Pleton Siaga Bhayangkara untuk membantu masyarakat terdampak.

“Kami telah memberdayakan dan menyiagakan Pleton Siaga Bhayangkara untuk membantu masyarakat terdampak,” ujar AKBP Heru Antariksa, Rabu (11/2/2026).

Selain itu, pihak kepolisian juga melakukan koordinasi lintas instansi untuk mempercepat penanganan banjir.

“Kami berkoordinasi dengan BPBD, PMI, Dinas Sosial, serta PSDA Pemali Comal agar penanganan banjir berjalan cepat dan tepat,” jelasnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Hari Nurdiansyah, Kamis (12/2). 

Elshinta Peduli

Personel Polres ditempatkan di sejumlah titik rawan guna memantau kondisi tanggul serta membantu distribusi bantuan kepada warga terdampak, seperti makanan siap saji, air mineral, dan roti. Untuk kebutuhan air bersih, kepolisian juga berkoordinasi dengan PDAM setempat agar suplai tetap tersedia.

Kapolres mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik, serta menjauhi bantaran sungai yang berpotensi longsor dan membahayakan keselamatan.

Hingga saat ini, situasi terpantau aman dan terkendali. Personel gabungan masih bersiaga untuk mengantisipasi kemungkinan peningkatan debit air susulan.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News