Tim gabungan berjibaku padamkan karhutla di akses Bandara Singkawang
Tim gabungan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Singkawang, kepolisian, dan Badan Pemadam Kebakaran Swasta (BPKS), berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan akses menuju Bandara Singkawang, tepatnya di wilayah Jembatan 6 dan 7, Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan, pada Senin.
Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Tim gabungan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Singkawang, kepolisian, dan Badan Pemadam Kebakaran Swasta (BPKS), berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan akses menuju Bandara Singkawang, tepatnya di wilayah Jembatan 6 dan 7, Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan, pada Senin.
Kapolsek Singkawang Selatan Iptu Dian Edi Sarwono mengatakan petugas bergerak cepat setelah menerima laporan masyarakat terkait munculnya titik api di lokasi tersebut.
“Kami langsung turun ke lapangan untuk melakukan pemadaman guna mencegah api meluas ke area sekitar yang berpotensi membahayakan warga, pengguna jalan, serta aktivitas penerbangan di Bandara Singkawang,” ujarnya.
Ia menjelaskan proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala, terutama kondisi lahan yang kering serta hembusan angin yang cukup kencang sehingga api cepat menyebar ke beberapa titik.
Meski demikian, kata dia, tim gabungan terus berupaya memadamkan kobaran api hingga malam hari, sekaligus melakukan langkah antisipasi agar kebakaran tidak meluas ke kawasan lain.
“Hingga saat ini kami masih melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi untuk memastikan api benar-benar padam,” katanya.
Terkait penyebab kebakaran, pihak kepolisian menyebut masih dalam tahap penyelidikan. Fokus utama saat ini, lanjut dia, adalah penanganan awal agar dampak kebakaran tidak semakin meluas.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat cuaca panas dan kering, dengan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran lahan.
“Kami minta masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan jika melihat titik api agar dapat segera ditangani,” katanya.
Hingga saat ini petugas gabungan masih berada di lokasi untuk melakukan pemantauan dan mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali titik api di area terdampak.

