Mahasiswi Salatiga juara lomba orasi unjuk rasa

Panas terik itu siang itu tidak menyurutkan puluhan anggota Sabhara untuk tetap berdiri menjaga rombongan aktivis yang berunjuk rasa di lapangan Polrestabes Semarang. 

Update: 2021-12-04 16:12 GMT
Sumber foto: Joko Hendrianto/elshinta.com.

Elshinta.com - Panas terik itu siang itu tidak menyurutkan puluhan anggota Sabhara untuk tetap berdiri menjaga rombongan aktivis yang berunjuk rasa di lapangan Polrestabes Semarang. 

Peluh bercucuran dari wajah para polisi itu. Mereka dengan sabar menunggu tiga orang yang berorasi secara bergantian dalam unjuk rasa yang menyuarakan uneg-uneg mereka seputar HAM dan Demokrasi.

Itulah suasana yang diciptakan Polda Jateng dalam lomba orasi yang diikuti aktivis dari berbagai kalangan di Jawa Tengah. Gelaran yang diadakan Polda Jateng dalam rangka hari Hak Asasi Manusia (HAM) Internasional itu dilaksanakan di lapangan Pratisara Wirya Polrestabes Semarang, Kamis (2/11).  

Ada 15 peserta mendaftar secara online sejak pertengahan November lalu. Pada puncak seleksi, tiga orang tampil di final untuk menjadi yang terbaik. Tiga peserta tersebut diseleksi kembali menjadi satu peserta untuk dilombakan di tingkat Mabes Polri.

Korps HMI Wati (Kohati)  Salatiga tampil sebagai pemenang lomba. Ketua Kohati Salatiga, Rifaul Awaliyah menuturkan tema yang dibawakan pada lomba orasi adalah anti kekerasan terhadap perempuan.

"Tema itu pernah kami orasikan di Salatiga. Dalam unjukrasa kami juga sisipkan membagikan hijab," tuturnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Joko Hendrianto, Sabtu (4/12). 

 Ia mengaku tidak ada persiapan khusus dalam pelaksanaan lomba orasi. Waktu yang disediakan juga tidak banyak untuk mempersiapkan lomba.

"Kami tampil dengan modal optimisme. Yang penting tampil terbaik dalam mengikuti lomba," ujarnya.

Ia menerangkan perlombaan tersebut dapat memberikan  ruang untuk menyalurkan aspirasi. Selain itu aspirasi yang disampaikan bisa langsung didengar.

"Kami tidak menyangka menjuarai lomba ini. Sebab dalam bimbingan Himpunan Mahasiswa Islam yang paling bermakna adalah proses kita lalui," katanya.

Sementara itu Kabid Humas Polda Jateng Kombes M Iqbal Alqudusy menuturkan Polda Jateng melaksanakan lomba orasi unjuk rasa Piala Kapolri 2021. Pada tingkat Jateng ada 15 peserta yang mendaftar.

"Mereka mengirimkan video. Dari 15 peserta tersebut diseleksi menjadi tiga peserta untuk dilombakan secara live di lapangan Polrestabes Semarang," jelasnya.

Pada puncak lomba di Mabes Polri, peserta yang dikirim setiap Polda akan diseleksi kembali menjadi 10 peserta dan melakukan orasi secara live di lapangan Bhayangkara Mabes Polri.

"Karena memperingati hari HAM, jadi tema yang diangkat dalam lomba ini adalah tentang HAM," ujarnya.

Tiga peserta terbaik dilombakan di lapangan Polrestabes Semarang adalah Aliansi Peduli Guru Honorer (Sipeguh), Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) Salatiga, dan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). 

"Kami memvisualisasikan kondisi lomba seperti saat unjuk rasa yang sebenarnya. Kami melibatkan personel Sabhara untuk bertugas mengamankan unjuk rasa," tambahnya.

Dengan begitu, lanjutnya, para peserta dapat menghayati perannya sehingga menyuarakan idenya secara baik.

"Ini juga menunjukkan bahwa Polri siap mengawal masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasinya. Namun kami mengimbau, penyampaiannya harus tetap beretika serta mematuhi kaidah hukum yang berlaku," kata Iqbal.

Tags:    

Similar News