Musda PPNI Lumajang, Ketua terpilih: Perjuangkan nasib perawat jadi prioritas

Pelaksanaan Musda X DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Lumajang Jawa Timur terpilihnya kembali DR  Suhari, A. periode 2022-2027 punya komitmen memperjuangkan nasib dan peningkatan SDM perawat.

Update: 2022-03-07 11:47 GMT
Sumber foto: Efendi Murdiono/elshinta.com.

Elshinta.com - Pelaksanaan Musda X DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Lumajang Jawa Timur terpilihnya kembali DR  Suhari, A. periode 2022-2027 punya komitmen memperjuangkan nasib dan peningkatan SDM perawat.

Alumni S3 Universitas Jember Jawa Timur segera berkoordinasi dengan DPW PPNI Jawa Timur dan PPNI kabupaten/kota di Jawa Timur untuk mengusulkan ke pemerintah melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) terkait menghapus status tenaga honorer pemerintahan mulai 2023. 

Selain itu pria yang aktif Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Lumajang untuk mengingatkan SDM bagi perawat yang belum ke jenjang S1 dan akan diperjuangkan untuk mendapatkan kemudahan.

"Selain memperjuangkan nasib honorer juga meningkatkan SDM teman-teman nantinya bisa sarjana semua, kita tetap kawal kebutuhan mutu SDM teman-teman perawat", kata dosen Keperawatan Universitas Jember ini seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Efendi Murdiono, Senin (7/3). 

Sejauh ini pihaknya telah berupaya keras lulusan keperawatan bisa masuk di kepegawaian daerah Kabupaten Lumajang, untuk peluang itu perlu ada komitmen dengan pemerintah dalam mengisi kebutuhan tenaga kesehatan.

Sementara ini dalam kesempatan yang sama Ketua DPW PPNI Jawa Timur Prof. DR. Nursalam menyampaikan perlu dorongan cepat PPNI kabupaten kota mengusulkan agar perawat kontrak atau honorer dianulir menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

"Agar perawat yang mengabdi sepuluh tahun lebih ada usulan kepada pemerintah untuk diusulkan formasi menjadi PPPK", pungkasnya.

Tags:    

Similar News