Terbentur keadaan, siswi SD 03 Jamintoro Jember jalan kaki 6 km ke sekolah
Elshinta.com, Nur Lailatul Jennah siswi kelas VI SDN 03 Jamintaro, Kecamatan Sumberbaru, Kabupaten Jember, Jawa Timur menuntut ilmu dengan menempuh jarak sekitar 6 km dengan rute jalan tanah dan makadam dengan kanan kirinya perkebunan tebu.
Elshinta.com - Nur Lailatul Jennah siswi kelas VI SDN 03 Jamintaro, Kecamatan Sumberbaru, Kabupaten Jember, Jawa Timur menuntut ilmu dengan menempuh jarak sekitar 6 km dengan rute jalan tanah dan makadam (jalan berbatu, red) dengan kanan kirinya perkebunan tebu.
Tidak jarang putri berstatus yatim dari pasangan almarhum Gimun dan Toni tidak masuk sekolah jika guru yang bisa ditumpangi lewat jalan lain menuju tempat mengajarnya. Dia kadang harus jalan kaki sendiri dan terkadang diantar orang tuanya dengan menelusuri panjangnya jalan yang tak banyak rumah. Sementara itu tidak ada fasilitas untuk Jennah mandiri berangkat sekolah jika adapun medan yang dilalui tanah makadam dan tanjakan, selain faktor keselamatan dirinya.
Hal ini disampaikan salah satu guru SD Negeri 03 Jamintoro Samsul Arif, saat ditemui saat membonceng Nur Lailatul Jennah. Sabtu (11/2).
Dengan keterbatasan keadaan Jennah Samsul Arif merelakan diri terkadang lewat jalan dimana Jennah tinggal (Desa dan Kecamatan Jatiroto Kabupaten Lumajang Jawa Timur).
"Kalau tidak saya yang bonceng kadang teman, namun bila saya dan teman ada kegiatan yang harus dihadiri ya Jennah tidak masuk", kata Samsul Arifin kepada Kontributor Elshinta, Efendi Murdiono.
Sementara itu Toni ibu kandung Jennah mengaskan untuk bisa mengantarkan dan jemput tiap hari tidak mungkin bisa dilakukan karena terbentur keadaan untuk mencari nafkah sebagai kuli tani.
"Untuk bisa bonceng kepada gurunya Jennah harus bangun lebih pagi untuk menunggu di pinggir jalan, keadaan ini kami memaklumi pak", ucap Toni.
Toni belum berfikir Jennah setelah lulus dari SD setempat melanjutkan atau tidak menempuh lagi ke jenjang di atasnya, karena pikiran yang ada pemenuhan kebutuhan dasar dan biaya bila putrinya melanjutkan pendidikan.
"Belum ada pikiran melanjutkan pak, bila adapun biayanya tidak ada. Sementara untuk makan saja kami harus tau diri dengan kondisi sulitnya mencari nafkah", pungkasnya.