Tugu Trita Kota Malang kebut program Water Treatment Plant

Elshinta.com, Pemerintah Kota Malang, Jawa Timur melalui Perumda Air Minum Tugu Tirta bekerjasama dengan Perum Jasa Tirta 1 menunjukkan keseriusannya untuk mewujudkan program Water Treatment Plant (WTP) di tahun 2023.

Update: 2023-02-15 18:07 GMT
Sumber foto: El Aris/elshinta.com.

Elshinta.com - Pemerintah Kota Malang, Jawa Timur melalui Perumda Air Minum Tugu Tirta bekerjasama dengan Perum Jasa Tirta 1 menunjukkan keseriusannya untuk mewujudkan program Water Treatment Plant (WTP) di tahun 2023. ”Pasca penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) tentang Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum di Hotel Grand Mercure Malang Mirama, 6 Januari lalu, saat ini berbagai langkah percepatan tengah dikebut. Mulai desain rancang bangun, jadwal lelang, penyiapan lahan hingga tahapan sosialisasi,” kata Direktur Utama Perumda Air Minum Tugu Tirta, Kota Malang, Jawa Timur, M. Nor Muhlas seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, el-Aris, Rabu (15/2).

Hal ini sesuai dengan arahan dari Wali Kota Malang, Sutiaji telah menegaskan bahwa perjanjiam kerja sama (PKS)  sebagai wujud pemerintah hadir untuk rakyat. 

“Program ini bukan untuk semata kepentingan Pemkot Malang, Perumda Tugu Tirta atau kepentingan Perum Jasa Tirta. Kebutuhan air minum mutlak kebutuhan dasar dan kepentingan bersama yang harus dioptimalkan dengan langkah-langkah percepatan. Dengan timeline pengerjaan mulai Mei hingga November 2023, paling tidak layanan WTP sudah bisa berjalan sebelum tutup tahun. Pada tahap awal, program WTP akan memanfaatkan air permukaan dari Sungai Bango dengan kapasitas 200 liter/detik (lps). Lokasinya berada di wilayah Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing,” jelasnya.

Sedangkan dipilihnya sungai Bango sebagai lokasi program Water Treatment Plant (WTP) telah didasarkan pada kajian yang sangat mendalam.

“Sungai Bango dipilih karena kualitas air bakunya dianggap lebih baik, karena alirannya limpahan dari Sumber Wendit. Meski begitu, tidak menutup kemungkinan ke depan bukan hanya memanfaatkan Sungai Bango, karena bisa juga Sungai Metro,“ ujarnya.

Dipaparkan Muklas proses penjernihan menggunakan metode filtrasi dan dilakukan sesuai standar aturan SK Permenkes No. 492 Tahun 2010 tentang kualitas standar air minum. Ini sebagai jaminan bagi seluruh pelanggan bahwa air yang didistribusikan hingga ke kran rumah tetap aman dikonsumsi sekalipun diambil dari air permukaan.

“Harapan kita masuknya 200 lps ke sistem layanan Perumda Tugu Tirta, ditargetkan membuat layanan ke pelanggan bisa lebih stabil di tahun 2023. Dan bakal di tingkatkan sampai 500 lps yang nantinya memenuhi kebutuhan pelanggan Perumda Tugu Tirta saat ini mencapai 175.000 sambungan rumah (SR), dengan peningkatan," katanya.  

Menurut Muklas, program ini bersifat investasi Build Operate Transfer (BOT) selama 20 tahun. Dalam jangka waktu lima tahun, kapasitas 200 lps diharapkan bisa meningkat sampai 500 lps. Dengan demikian, kemandirian air minum segera tercapai di Kota Malang. Termasuk peningkatan lapasitas SPAM 1, 2 dan 3 terus berjalan. Program SPAM 1 diantaranya memanfaatkan suplai dari sumur bor di Tasikmadu, Joyoagung, Tidar, Betek dan Tlogomas. SPAM 2 berpusat di Sawojajar. "Sedangkan SPAM 3 memanfaatkan suplai sumur bor di wilayah Merjosari, Mulyorejo, Pisangcandi dan Kebonsari,” tandasnya.

Tags:    

Similar News