Langkat siap jadi sentra kedelai di Sumut

Elshinta.com, Plt. Bupati Langkat Syah Afandin melaksanakan gerakan tanam kedelai mendukung peningkatan luas tambah tanam, produksi dan provitas kedelai di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara

Update: 2023-03-05 19:47 GMT
Sumber foto: M Salim/elshinta.com.

Elshinta.com - Plt. Bupati Langkat Syah Afandin melaksanakan gerakan tanam kedelai mendukung peningkatan luas tambah tanam, produksi dan provitas kedelai di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, di areal Gapoktan Cinta Damai Desa Paya Rengas, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat.

Bibit yang akan disalurkan di Kabupaten Langkat berjumlah 15.500 kg, dalam satu hektare mendapatkan 50 kilogram bibit. Pada kesempatan itu 18 kelompok di lima kecamatan yang mendapatkan yakni Kecamatan Hinai lima kelompok luas areal 150 hektare, Kecamatan Stabat enam kelompok luas lahan 85 hektare, Kecamatan Besitang dua kelompok luas lahan 40 hektare, Kecamatan Sirapit lima kelompok 25 hektare dan Kecamatan  Secanggang satu kelompok 10 hektare.

Plt Bupati Langkat, sangat berbahagia karena sudah terbukti perhatian pemerintah pusat kepada Kabupaten Langkat. Bukan hal yang mudah 5000 hektare untuk tahap pertama dibantu bibit kedelai sudah sampai, dengan tujuan agar Kabupaten Langkat menjadi barometer untuk produksi kedelai di Provinsi Sumatera Utara. 

"Hari ini saya bahagia dikarenakan masyarakat mendapatkan solusi untuk mengatasi persoalan-persoalan terutama para petani hari ini kita dibantu bibit kedelai cuma-cuma. Bahkan sudah panen nanti pemerintah juga yang membeli hasil panen bapak/ibu tetapi di jadikan benih kedelai yang siap untuk di tanam dan akan di hargai Rp.15 ribu - Rp.18 ribu per kilogram," katanya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, M Salim, Minggu (5/3). 

Kedelai merupakan kebutuhan nasional dalam negeri karena kita masih mengimpor kedelai dari luar sementara lahan kita cukup. Syah Afandin juga siap untuk menampung 30 ribu hektare apabila di percayakan untuk menanam kedelai. Kita bisa bekerja sama dengan kelompok-kelompok lain untuk menanam kedelai.

"Ini bukan merupakan tanaman yang sulit yang penting petani mau menanam. Saya mau Langkat menjadi sentra tanaman kedelai di Sumatera Utara guna mengatasi inflasi yang terjadi saat ini," kata Syah Afandin.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Utara, Rajali mengatakan, Kabupaten Langkat dulu merupakan penghasil kacang kedelai yang sangat bagus. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, fokus untuk mengembalikan Kabupaten Langkat menjadi penghasil kedelai terbesar di Sumatera Utara. Komunitas kedelai di Kabupaten Langkat diharapkan bisa mewujudkan Kabupaten Langkat menjadi penghasil kedelai terbesar di Sumatera Utara.

"Terima kasih dan selamat datang kepada Direktur AKABI Kementerian Pertanian RI dan terima kasih juga kepada Plt.Bupati Langkat bapak Syah Afandin yang sudah menyiapkan lahan 5.000 hektar untuk ditanami kedelai," katanya. 

Kementerian Pertanian membawa berita gembira untuk para petani kedelai di Kabupaten Langkat melalui Direktorat Aneka Kacang dan Umbi (AKABI). Agar petani mau menanam kedelai yang anggarannya cukup besar dari Kementerian Pertanian.

"Anggaran di Kementerian Pertanian sangat besar tolong dihabiskan, karena tahun lalu Rp 200 milyar anggaran dikembalikan ke negara karena petani tidak mau menanam kedelai dikarenakan harga jual yang murah," katanya.

Deraktur Aneka Kacang dan Umbi Kementerian Pertanian Yuristianto juga sangat senang dalam kegiatan ini, karena kegiatan ini bukan rekayasa karena dari tempat acara tampak petani masih bekerja. "Saya targetkan untuk Provinsi Sumatera Utara 30 ribu hektar yang akan tanami kedelai, kedelai tidak hanya ditanam di lahan sawah tapi bisa ditanam di lahan jagung, lahan sawit yang masih kecil," ujarnya. 

Yuristianto juga mengatakan, jangan enggan untuk menanam kedelai  karena harga sekarang sudah bagus Rp.11.500 per kilogram kalau petani menjadikan untuk benih maka harga juga semangkin mahal. Para petani bisa mendapatkan bantuan sebanyak dua kali dalam satu tahun dengan ketentuan dua musim.

"Saya harap semua pelaksanaannya tidak fiktif, apabila bantuan yang diberikan di kerjakan fiktif maka para petani siap diproses hukum," tandasnya. 

Tags:    

Similar News