Bank Sampah 'Kopen Sae' terbaik ketiga nasional dalam mengelola sampah domestik
Elshinta.com, Program bank sampah di Kelurahan Ngadirejo, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah mendapatkan penghargaan dari Kemeterian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Bank sampah Kopen Sae menyabet predikat terbaik ketiga tingkat nasional dalam hal pengelolaan sampah.
Elshinta.com - Program bank sampah di Kelurahan Ngadirejo, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah mendapatkan penghargaan dari Kemeterian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Bank sampah Kopen Sae menyabet predikat terbaik ketiga tingkat nasional dalam hal pengelolaan sampah.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sukoharjo, Agus Suprapto mengatakan, abupaten Sukoharjo mengusulkan lima bank sampah untuk penilaian, namun yang berhasil memperoleh penghargaan nasional adalah Bank Sampah Kopen Sae dari Ngadirejo, Kartasura.
Pengelolaan sampah menjadi obyek penilaian dimana sampah rumah tangga baik organik dan anorganik disetor nasabah dengan sistem menabung. Sampah sampah ini kemudian di daur ulang menjadi barang kerajinan dan pupuk.
Bank Sampah Kopen Sae Ngadirejo mempunyai nasabah yang jumlahnya hampir 100 orang. Hasil ekonomis dari pengelolaan sampah bisa dicairkan oleh nasabah setahun sekali seperti misalnya saat menjelang hari raya. "Pencairan tabungan bank sampah untuk membantu nasabah dalam persiapan hari raya," kata Agus seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Deni Suryanti, Kamis (22/6).
Dia menambahkan, Kabupaten Sukoharjo memiliki 166 bank sampah yang masih beroperasi sejak dirintis sekitar tahun 2017 lalu oleh pemerintah daerah. Pengelolaan bank sampah diserahkan pada pemerintah desa tetapi dibawah pembinaan DLH.
Tujuan utama pembentukan bank sampah pada dasarnya untuk mengurangi sampah rumah tangga dengan sistem daur ulang. Dan karena ada nilai keekonomian dari sistem pengelolaan tersebut, maka pemberdayaan tetap melibatkan masyarakat sekitar. "Pemberdayaan bank sampah di Sukoharjo mulai sekitar 2017 lalu," ujarnya.
Penghargaan tersebut, lanjut Agus, diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia Siti Nurbaya Bakar dalam rangkaian Festival Pengelolaan Sampah Nasional. Penilaian bank sampah secara nasional ini juga baru pertama kali diselenggarakan oleh KLHK, sebagai apresiasi daereh dalam upaya mengurangi sampah. Harapabnya, penghargaan bisa menjadi pemicu tumbuhnya minat desa mengelola sampah dilingkungan masing masing.