Resmi dibuka, Kudus punya pasar khusus sayur dan buah

Pedagang sayur dan buah di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah belum memiliki pasar representatif untuk memasarkan dagangannya. Sehingga keberadaan pasar buah dan sayur 'Saerah' menjadi angin segar untuk mengurai kemacetan lalu lintas saat pedagang sayur yang menggelar lapak pada malam hari di trotoar jalan depan Pasar Bitingan. 

Update: 2023-09-12 17:45 GMT
Sumber foto: Sutini/elshinta.com.

Elshinta.com - Pedagang sayur dan buah di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah belum memiliki pasar representatif untuk memasarkan dagangannya. Sehingga keberadaan pasar buah dan sayur 'Saerah' menjadi angin segar untuk mengurai kemacetan lalu lintas saat pedagang sayur yang menggelar lapak pada malam hari di trotoar jalan depan Pasar Bitingan. 

"Pasar Saerah bisa menjadi solusi memecah keramaian bagi pedagang sayur malam di Pasar Bitingan. Tempatnya juga lebih representatif dan nyaman," ucap Bupati Kudus Hartopo saat meresmikan Pasar Saerah di daerah Jati Wetan, Selasa (12/9).

Ia meminta pedagang sayur dan buah yang biasa berdagang malam di Pasar Bitingan untuk pindah ke Pasar Saerah. Pihak manajemen pasar telah memberi penawaran spesial untuk awal sewa, jika menempati selama beberapa waktu, pedagang bisa memutuskan untuk pindah atau tetap berada di Pasar tersebut.

"Kami sudah audiensi dengan manajemen biar dikasih keringanan untuk pedagang sayur dan buah di awal sewa. Saya minta pedagang sayur dan buah masuk pasar dulu, tidak boleh jadi pedagang liar di luar," ungkapnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini, Selasa (12/9).

Selain mengurangi kemacetan, kepindahan pedagang sayur malam bisa mengurangi kekumuhan di area bekas gedung Matahari yang sudah dirobohkan karena terbakar. Sehingga lingkungan kota lebih bersih dan rapi, agar bisa mendorong investor masuk ke Kabupaten Kudus.

Sementara itu, perwakilan manajemen PT. Prakarsa Graha Pangan, Burhamsyah R Wartono menyampaikan Pasar Saerah berupaya menyediakan buah dan sayuran segar dengan harga terjangkau. Seperti filosofi nama Saerah yang merupakan akronim dari sae lan murah (baik dan murah).

"Kami menyediakan pasar yang menjual berbagai jenis buah dan sayur yang berkualitas dan terjangkau. Ini juga bentuk dukungan kami untuk UMKM," papar Burhamsyah.

Perwakilan pedagang sayur dan buah, Untung, menyambut baik adanya Pasar Saerah. Ia mengajak teman sesama pedagang untuk mempertimbangkan pindah ke Pasar Saerah yang lebih nyaman. Terlebih, lokasi lapak mereka di Pasar Bitingan menimbulkan kemacetan.

"Pasar inj lebih nyaman jika dibandingkan di area Pasar Bitingan. Terlebih, di sini ada kios atap sehingga tidak harus membuat atap saat musim hujan," ujarnya.

Tags:    

Similar News