Perumda Tirta Bhagasasi Bekasi siapkan langkah antisipasi kemarau panjang
Para pelanggan yang jumlahnya 45.000 di wilayah Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat diharap bisa membuat penampungan air di dalam tanah menyusul dampak musim kemarau dan pencemaran air baku sehingga belum optimalnya distribusi air bersih.
Elshinta.com - Para pelanggan yang jumlahnya 45.000 di wilayah Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat diharap bisa membuat penampungan air di dalam tanah menyusul dampak musim kemarau dan pencemaran air baku sehingga belum optimalnya distribusi air bersih.
Kasi Hubungan Langganan dan Pemasaran, Perumda Tirta Bhagasasi Cabang Babelan Kabupaten Bekasi, Agung Mulyawan mengatakan, pembuatan grounteng atau penampungan air di dalam tanah merupakan salah satu solusi bagi pelanggan terlebih pembuatan penampungan tersebut sebagai upaya jangka panjang apabila musim kemarau ini masih panjang.
"Ini solusi ya, jangka panjang termasuk para pelanggan di Cabang Babelan, khususnya bisa lebih menghemat penggunaan air." ujar Agung seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Eko Purnomo, Selasa (26/9).
Selain itu, imbauan pembuatan penampungan di dalam tanah menurut Agung juga akan disampaikam kepada warga domestik maupun ke pihak pengembang perumahan di Kecamatan Babelan, Bekasi. Hal ini sebagai upaya mengantisipasi krisis air bersih di musim kemarau ini.
Lebih lanjut Agung menambahkan bahwa untuk saat ini kapasitas produksi di Cabang Babelan, Bekasi berada di level 40 persen sehingga jauh dari biasanya. Bahkan mengenai pencemaran berupa limbah sejauh ini sudah tidak terlalu pekat, sehingga pengolahan air bersih bisa dilakukan walau belum maksimal.
"Dalam hal ini guna menambah pasokan distribusi air termasuk agar tidak terjadi kekeringan ke pelanggan di wilayah babelan Bekasi," katanya.
Agung menambahkan, secara bertahap pengiriman air bersih melalui mobil tangki air juga terus dilakukan yang juga turut berkoordinasi dengan perangkat pemerintah dan pihak keamanan baik TNI maupun Polri.