Polres Cianjur panggil 10 saksi dugaan gratifikasi pejabat dan timses bupati

Sebanyak 10 orang saksi terkait dugaan gratifikasi umrah pejabat, politisi, dan tim sukses Bupati Cianjur Herman Suherman dipanggil guna dimintai keterangan penyidik Satreskrim Polres Cianjur, Jawa Barat.

Update: 2023-10-18 19:24 GMT
Sumber foto: Angga Purwanda/elshinta.com.

Elshinta.com - Sebanyak 10 orang saksi terkait dugaan gratifikasi umrah pejabat, politisi, dan tim sukses Bupati Cianjur Herman Suherman dipanggil guna dimintai keterangan penyidik Satreskrim Polres Cianjur, Jawa Barat.

Kasat Reskrim Polres Cianjur, Iptu Tono Listianto mengatakan sepuluh orang saksi yang dipanggil dan dimintai keterangan oleh penyidik merupakan peserta atau bagian dari rombongan kegiatan ibadah tersebut.

"Pemanggilannya (Saksi) kita lakukan bertahap, hingga pekan depan. Mereka yang memang ikut dalam rombongan umroh," kata Tono, kepada wartawan, Selasa (17/10).

Proses pemanggilan yang dilakukan secara bertahap, kata Tono, untuk efektivitas proses penyidikan.

"Agendanya klarifikasi, nanti kita naikan ke saksi terlapor, dan seluruhnya masih berstatus saksi," jelasnya.

Tono mengungkapkan, pihaknya juga telah mengonfirmasi pihak imigrasi dan travel guna mencocokan dokumen dan identitas peserta umrah.

"Kita cocokkan berdasarkan KTP dan alamatnya. Siapa saja yang ikut dalam perjalanan, kita sudah kantongi datanya," imbuhnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Angga Purwanda, Rabu (18/10). 

Diberitakan sebelumnya, Himpunan Mahasiswa Tjiandjoer (Himat) melaporkan dugaan gratifikasi umrah yang diikuti sejumlah pejabat dan kolega Bupati Cianjur.

Disebutkan Ketua Umum PP Himat, Raden Edwin Nursalam, ada 127 orang dalam daftar kegiatan umrah tersebut, mulai dari pengurus MUI, politisi, pejabat atau ASN dan bupati beserta koleganya.

Menurut dia, kegiatan umrah berjamaah tersebut diduga dibiayai seorang pengusaha sebagai hadiah terkait proyek pembebasan lahan atau ruislag seluas 10.000 hektar di daerah Cidaun dan Sukanagara.

Bupati Cianjur, Herman Suherman saat dikonfirmasi membantah tudingan gratifikasi umrah tersebut.

Herman juga membantah jika dugaan gratifikasi berkaitan dengan proyek pembebasan lahan atau ruislag.

Tags:    

Similar News