Cegah kasus bullying, legislator harap peran keluarga dan masyarakat diperkuat

Kasus perundungan terhadap anak baru-baru ini kembali banyak terjadi dan menjadi viral di sosial media. Salah satunya terjadi Balikpapan, Kalimantan Timur.

Update: 2023-10-23 21:56 GMT
Sumber foto: Rizkia/elshinta.com

Elshinta.com - Kasus perundungan terhadap anak baru-baru ini kembali banyak terjadi dan menjadi viral di sosial media. Salah satunya terjadi Balikpapan, Kalimantan Timur. Kasus perundungan yang dialami oleh seorang siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Balikpapan Utara mendapat sorotan dari berbagai pihak salah satunya adalah Parlindungan Sihotang, anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan yang membawahi bidang pendidikan ini mengecam aksi tak terpuji itu.

Menurutnya hal yang berkaitan dengan perundungan tak akan ada habisnya namun hal ini bisa dicegah dengan penguatan dalam lingkup terkecil terlebih dahulu yaitu keluarga. “Sekarang ini banyak komunitas masyarakat salah satunya komunitas peduli warga Balikpapan yang isinya anak-anak muda,” tutur pria berkacamata itu. 

Ia menerangkan komunitas seperti bisa menjadi corong untuk memberikan pemahaman terhadap masyarakat bagaimana menangkal perundungan. Ia menegaskan hal ini kembali lagi harus dimulai dari lingkup terkecil. “Memang harus dimulai dari keluarga,” tegasnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Rizkia, Senin (23/10). 

Selain itu ia mengharapkan adanya kepedulian antar sesama dan saling memperhatikan. Terlebih hampir 90% kasus perundungan terjadi di lingkungan pendidikan dan diperparah dengan sikap tenaga didik yang ikut menghardik siswanya. “Dengan adanya guru yang mengungkit kesalahan seorang anak walaupun sudah berlalu adalah salah satu bullying juga, dan banyak terjadi saat diluar sekolah malah jadi olok-olokan sehingga terjadi perundungan tadi yang menimbulkan pemukulan hingga pelecehan,” ungkapnya lagi pada media ini.

Menurutnya perlu banyak sosialisasi pada masyarakat dan lingkungan pendidikan mengenai masalah perundungan ini sehingga bisa mencegah hal ini terjadi lagi dikemudian hari. Sedangkan dari sisi keagamaan ia menuturkan terkait hal itu sudah cukup banyak karena lingkungan kita sejak kecil sudah dikenalkan dengan kegiatan keagamaan.

“Memang kontrol dan pengawasan atas pergaulan anak dari orang tua yang kadang kurang,” ucapnya menyayangkan hal tersebut.

Selain itu ia juga mengharapkan kepada guru khususnya bagian Bimbingan Konseling (BK) jangan sampai menganggap perundungan sepele padahal bisa berakibat sangat merugikan bagi korban. “Guru BK harus lebih paham tentang dampak yang ditimbulkan, jangan sampai ikut menjadi pelaku dengan mengungkit kesalahan yang lalu, sehingga hal tersebut menjadi pemicu teman-temannya untuk kembali melakukan bullying,” tambahnya. 

Diharapkan tenaga pendidik lebih sigap dan menyadari dampaknya kepada korban dan bisa memutus rantai perundungan sehingga tidak ada lagi kasus-kasus perundungan seperti yang sudah-sudah terjadi di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Tags:    

Similar News