BBKSDA gelar Festival Masyarakat Adat dan Agama lindungi SM Karang Gading dan LTL

Plt Bupati Langkat diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan  Sukhyar Mulyamin, menghadiri Festival Masyarakat Adat dan Agama di alun-alun Tengku Amir Hamzah.

Update: 2023-10-23 23:44 GMT
Sumber foto: M Salim/elshinta.com.

Elshinta.com - Plt Bupati Langkat diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan  Sukhyar Mulyamin, menghadiri Festival Masyarakat Adat dan Agama di alun-alun Tengku Amir Hamzah. Festival masyarakat adat dan agama desa sekitar kawasan Suaka Margasatwa Karang Gading dan Langkat Timur Laut (SM Karang Gading dan LTL) diselenggarakan oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara, Sabtu (21/10).

Tujuan acara ini dibuat untuk bersama-sama dengan tokoh adat, agama dan pemerintah melindungi Suaka Margasatwa di Karang Gading dan Langkat Timur Laut.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara, Rudianto Saragih Napitu mengatakan, Karang Gading adalah satu-satunya Suaka Margasatwa yang ada di Pantai Timur, hanya ini kawasan hutan mangrove yang didalamnya ada kehidupan satwa-satwa. Dan ada juga didalamnya kehidupan masyarakat yang bergantung dari alam tersebut. Karang Gading memiliki ragam spesies tanaman dan satwanya.

"Oleh karenanya kami hari ini memulai mengangkat antara alam dan masyarakat yang dilandasi dengan filosifi dasar kita akan bergerak dengan dukungan agama dibangun dengan budaya," katanya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, M Salim, Senin (23/10).  

Hari ini deklarasi pemangku kawasan Suaka Margasatwa Karang Gading dan Langkat Timur Laut akan menjadikan pusat pembelajaran rehabilitasi mangrove terbaik yang ada di Indonesia. BBKSDA Sumut sudah punya 17 kelompok tani hutan, yang sudah dibina dan diberi bantuan kambing dan domba, modal untuk bertani semangka ini merupakan komitmen kami membangun masyarakat sekalian membangun hutan. kawasan konservasi ini harus bisa bermanfaat untuk masyarakat. Hutan harus tetap lestari, terlindungi tapi harus juga punya manfaat untuk masyarakat. 

"Terima kasih kami atas bantuan dan dorongan dari Pemerintah Kabupaten Langkat dan doa maupun semangat dari seluruh masyarakat yang mendukung kegiatan kami. Kami akan membangun dan mensejahterakan masyarakat sekitar untuk memanfaatkan secara ekonomi dari Suaka Margasatwa Karang Gading dan Langkat Timur Laut," kata Rudianto Saragih Napitu.

Sementara itu Plt Bupati Langkat dalam pidato tertulis yang dibacakan Asisten Perekonomian dan Pembangunan  Sukhyar Mulyamin menyebutkan bahwa  desa yang berada di sekitar kawasan SM Karang Gading dan LTL ada 14 desa yang terdapat di dua kabupaten yaitu Kabupaten Langkat dan Kabupaten Deli Serdang. Dimana masyarakat yang beragam suku, beragam agama namun memiliki tingkat kerukunan dan semangat yang luar biasa dalam membangun desa sekitar kawasan SM Karang Gading dan Langkat Timur Laut. 

"Masyarakat di daerah tersebut kehidupannya bergantung pada  profesi petani dan nelayan di sekitaran Kawasan Suaka Margasatwa tersebut. Jadi dengan dilaksanakan kegiatan ini semoga bisa membantu perekonomian masyarakat di sekitaran kawasan konservasi Karang Gading dan Langkat Timur Laut tersebut," harapnya. 

"Saya menyampaikan ucapan terima kasih, pelaksanaan ini sebagai upaya bersama memelihara dan menjaga hubungan baik antara manusia dengan alam sekitarnya yang memang saling membutuhkan," tambahnya.

Pemkab Langkat juga berterima kasih kepada seluruh pihak yang berperan bagi terlaksananya festival masyarakat adat dan agama desa sekitar kawasan Suaka Margasatwa Karang Gading dan Langkat Timur Laut. Semoga Tuhan yang Maha Kuasa akan senantiasa membimbing dan meridhoi segala upaya yang dilakukan. 

Berikut isi Deklarasi Ikrar yang dibaca bersama. "Bismillahirahmanirrahim kawasan Suaka Margasatwa Karang Gading dan Langkat Timur Laut adalah anugerah Allah yang Maha Kuasa kepada masyarakat desa sekitar kawasan dengan ridho Allah SWT kami menyarankan kesepakatan untuk melindungi dan menjaga kawasan hutan kawasan SM Karang Gading dan LTL menjaga sesuai dengan prinsip-prinsip konservasi melalui program pemerintah Republik Indonesia yang dilakukan oleh BBKSDA Sumatera Utara.
Stabat, 21 Oktober 2023". 

Selanjutnya penandatanganan bersama oleh Plt Bupati Langkat Syah Afandin, diwakili Asisten, Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara Rudianto Saragih Napitu, Sultan Langkat Tuanku Azwar Aziz Abdul Djalil Rahmatsyah, Tuan Guru KH. Thamrin Munthe, dan ketua kelompok tani hutan desa sekitar kawasan Suaka Margasatwa Karang Gading dan Langkat Timur Laut. Acara ditutup dengan penyerahan bibit mangrove, bibit ikan, bibit kepiting, sapi dan alat penangkar lebah madu kepada para kelompok tani hutan yang berada di kawasan hutan.

Tags:    

Similar News