Jelang Nataru, Dishub Salatiga cek kelaikan kendaraan

Sejumlah kendaraan angkutan umum baik bus AKAP maupun AKDP harus layak jalan dan memenuhi standar kelaikan, dari itu Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Salatiga, bersama Polres Salatiga dan Dinas Kesehatan Kota Salatiga menggelar pengecekan kelaikan (ramp check) di Terminal Tipe A Tingkir,  Salatiga, Jawa Tengah, Rabu (20/12). 

Update: 2023-12-20 18:34 GMT
Sumber foto: Pranoto/elshinta.com.

Elshinta.com - Sejumlah kendaraan angkutan umum baik bus AKAP maupun AKDP harus layak jalan dan memenuhi standar kelaikan, dari itu Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Salatiga, bersama Polres Salatiga dan Dinas Kesehatan Kota Salatiga menggelar pengecekan kelaikan (ramp check) di Terminal Tipe A Tingkir,  Salatiga, Jawa Tengah, Rabu (20/12). 

Selain pengecekan bus, pengemudi dan juga kernet bus juga dicek kondisi kesehatannya. Hal itu dilakukan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan para penumpang yang hendak mudik Natal dan tahun baru.

Kepala Dishub Kota Salatiga Sri Satuti menyebut, ramp check ini dilakukan selama dua hari penuh (19-20/12/2023) dari pagi sampai sore. Kendaraan diperiksa mulai dari administrasi, kelengkapan STNK, SIM, Uji KIR, dan perizinan trayek.

"Disamping itu juga dilakukan tes kesehatan bagi para pengemudi dalam rangka untuk mendeteksi apakah para pengemudi ini betul-betul sehat dan siap untuk melakukan perjalanan," jelasnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Pranoto, Rabu (20/12). 

Dikatakan Sri Satuti, tes kesehatan ini meliputi gula darah, tensi, dan narkoba. Pengecekkan kesehatan pada Selasa (19/12/2023) kemarin terdapat 70 pengemudi bus yang menjalani tes kesehatan. Hasilnya, tidak ditemukan pengemudi yang mengalami gangguan kesehatan atau menkonsumsi narkoba.

"Hanya ada sedikit pengemudi yang tensinya tinggi, tapi tidak masalah karena masih dalam batas yang wajar. Kalau narkoba semua bebas," imbuhnya. 

Dijelaskan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap 46 kendaraan AKAP, AKDP, dan Prona. Hasilnya ada delapan kendaraan yang melanggar, karena tidak membawa SIM, STNK, dan izin jalan.

"Kalau ada yang tidak layak, nanti kita komunikasikan kapada kepolisian, agen, dan terminal Tingkir untuk melakukan edukasi. Sejauh ini kelayakan kendaraan aman," tandas Sri Satuti. 

Sementara itu salah seorang penumpang, Arya Adi mengaku terbantu dengan adanya pengecekkan terhadap kendaraan dan pengemudi bus. Sebab dirinya merasa lebih nyaman dan aman jika kendaraan dan sopirnya dalam kondisi sehat.

"Dengan pengecekan kondisi pengemudi seperti ini saya  merasa lebih aman dan nyaman dalam perjalanan. Apalagi ini musim liburan juga, biasanya sopir bolak-balik angkut penumpang,"  terang mahasiswa UKSW ini yang akan pulang ke Jakarta Timur.

Tags:    

Similar News