Pemkab Kudus siapkan anggaran Rp5,7 miliar untuk revitalisasi delapan pasar tradisional

Pemerintah kabupaten Kudus Jawa Tengah fokus membangun roda perekonomian daerah melalui kegiatan berniaga. Hal tersebut tentu selaras dengan julukan \\'GUSJIGANG\\' yang disematkan untuk Kabupaten Kudus. Itulah ungkapan dari Penjabat Bupati Kudus M. Hasan Chabibie saat menghadiri kegiatan Pembinaan dan Dialog Bersama Pedagang di Gedung Taman Budaya, Bae, Kudus, Selasa (23/1).

Update: 2024-01-24 22:56 GMT
Sumber foto: Sutini/elshinta.com.

Elshinta.com - Pemerintah kabupaten Kudus Jawa Tengah fokus membangun roda perekonomian daerah melalui kegiatan berniaga. Hal tersebut tentu selaras dengan julukan 'GUSJIGANG' yang disematkan untuk Kabupaten Kudus. Itulah ungkapan dari Penjabat Bupati Kudus M. Hasan Chabibie saat menghadiri kegiatan Pembinaan dan Dialog Bersama Pedagang di Gedung Taman Budaya, Bae, Kudus, Selasa (23/1).

Salah satu upaya yang dilakukan dalam mendorong kembali geliat ekonomi masyarakat dari sektor perdagangan dengan cara merevitalisasi pasar tradisional dibawah binaan Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus agar menjadi tempat yang layak dan nyaman dalam melakukan transaksi jual beli, terlebih saat ini menjadi momentum kebangkitan perekonomian pasca dilanda covid-19.

"Salah satu kenyamanan dalam berniaga adalah dengan tersedianya fasilitas yang memenuhi. Revitalisasi pasar jadi langkah kami dalam membangkitkan ekonomi," jelas Pj bupati seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini, Rabu (24/1).

Berdasarkan data yang diterima dari OPD terkait, Kabupaten Kudus setidaknya memiliki sebanyak 13.437 masyarakat berprofesi sebagai pedagang yang tersebar diseluruh pasar tradisional di wilayah Kabupaten Kudus. Tentu jumlah tersebut menjadikan sektor ekonomi menjadi jantung Kabupaten Kudus karena memiliki perputaran uang begitu besar hingga mencapai 366 miliar rupiah lebih perbulannya.

Kabupaten Kudus juga mampu mendapatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar 10,8 miliar rupiah di tahun 2023 hasil realisasi retribusi yang akan dikembalikan lagi untuk pembangunan Kabupaten Kudus. Pihaknya menyebut, Pemkab Kudus telah mempersiapkan anggaran untuk revitalisasi pasar tradisional di tahun 2024 ini. Sejumlah 8 pasar tradisional siap dilakukan perbaikan fasilitas, diantaranya Pasar Kliwon, Bitingan, Mijen, Ngembalrejo, Kalirejo, Wates, Jember, dan Baru.

"Sementara ini ada delapan pasar yang akan direvitalisasi, baik menggunakan Danai cukai maupun menggunakan APBD," tuturnya.

Plt. Kepala Dinas Perdagangan Kudus, Andi Imam Santoso menambahkan revitalisasi pasar tradisional dibawah binaan Dinas Perdagangan akan disiapkan anggaran sebesar 5,7 miliar rupiah. Lebih lanjut, pihaknya juga akan menyederhanakan retribusi pelayanan pasar dengan menggabungkan antara retribusi pelayanan pasar, retribusi sampah/kebersihan, dan retribusi pemakaian kekayaan daerah (PKD).

"Anggaran telah kami siapkan sebanyak 5,7 miliar rupiah untuk merevitalisasi pasar. Sementara penyederhanaan retribusi menunggu peraturan bupati yang mengatur petunjuk teknis pemungutan," imbuh Andi. 

Tags:    

Similar News