AMMI sebut pengakuan dan ucapan Joe Biden bantah tuduhan Sekjen PDIP

Aliansi Mahasiswa Milenial Indonesia (AMMI) menyatakan bahwa pengakuan dan ucapan pemimpin dunia atas kemenangan nomor urut 02 dapat membantah tudingan Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto.

Update: 2024-03-17 15:14 GMT
Sumber foto: ME Sudiono/elshinta.com.

Elshinta.com - Aliansi Mahasiswa Milenial Indonesia (AMMI) menyatakan bahwa pengakuan dan ucapan pemimpin dunia atas kemenangan nomor urut 02 dapat membantah tudingan Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto.

Diketahui Duta Besar Amerika untuk ASEAN, Yohannes Abraham, menyampaikan ucapan selamat Amerika Serikat (AS) Joe Biden kepada calon presiden (capres) nomor urut 2 Prabowo Subianto yang unggul dalam pemilihan presiden (Pilpres) Indonesia pada 2024. Prabowo Subianto didampingi oleh Mantan Dubes Indonesia untuk Amerika Serikat sekaligus Ketua TKN, Rosan Roeslani, Kamis (14/3).

Sebelumnya  Hasto menuding ada kepentingan geopolitik di belakang KPU terkait dengan pertarungan antara Amerika Serikat dan China.

"Bagaimana mungkin data-data yang strategis kita menggunakan swasta yaitu Alibaba dan ada kepentingan geopolitik terkait dengan pertarungan antara Amerika Serikat dan China,” ujar Hasto di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 9 Maret 2024.

Merespon hal itu, Ketua Umum AMMI, Nurhasanah mengatakan bahwa pernyataan  Hasto terbantahkan dengan pengakuan dan ucapan para pemimpin dunia. Termasuk--kata Nurhasanah--dua negara yang disebutkan oleh Hasto sendiri, yaitu Amerika Serikat dan Cina.

"Tuduhan ada kekuatan besar di belakang KPU dan persaingan geopolitik antara Amerika Serikat versus Cina dalam pemilu Indonesia dipatahkan dengan pengakuan Biden atas kemenangan 02. Begitu juga pemerintahan Cina yang mengucapkan terlebih dahulu," kata Nurhasanah dalam keterangan persnya, Jum'at (15/3/2024).

Menurutnya tudingan Hasto tidak berdasar. Pasalnya jika pernyataan ada kekuatan besar dan kepentingan geopolitik, tentu kedua negara baik AS maupun Cina tidak akan mengakui kemenangan 02.

"Ketika negara demokrasi terbesar di dunia semacam AS sudah mengakui dan mengucapkan selamat kepada pemenang pemilu, itu artinya pemilu kita berjalan sesuai kaidah-kaidah negara demokratis." katanya seperti dilaporkan Reporter Elshinta, ME Sudiono, Minggu (17/3).

"Itu artinya, pemilu di Indonesia--berdasarkan penilaian negara besar seperti AS-- sudah berjalan jujur, adil, dan terbuka. Pun dengan Cina sebagai kekuatannya di dunia menganggap pemilu di Indonesia berkualitas," terang Nurhasanah.

Selain kedua negara AS dan Cina, Nurhasanah juga menyebutkan para pemimpin dunia lain pun mengakui pemilu di Indonesia berjalan sukses dan damai.

"Saya kira tak hanya Presiden AS dan Cina ya. Ada banyak. Presiden Prancis pun mengucapkan selamat atas kemenangan nomor urut 02. Belanda, Iran, Inggris, Rusia, Singapura, Malaysia dan negara-negara lain pun melakukan hal yang sama," sambung Nurhasanah.

Nurhasanah menghimbau agar para elit politik bersikap dewasa dan legowo. Tidak membenturkan masyarakat disebabkan karena jagoannya tidak meraih kemenangan di pemilu 2024.

"Janganlah karena beda pilihan dan jagoan politiknya kalah, ngelantur omongannya tak tentu arah. Seakan-akan mengompor-ngompori masyarakat agar mendelegitimasi hasil pemilu dan mereduksi penyelenggaraan pemilu 2024," tutup Nurhasanah.

Tags:    

Similar News