Bersejarah! MGMP-AGSI Jawa Tengah terbitkan Buku Sejarah

Para guru sejarah yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sejarah SMA dan Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI) Jawa Tengah menorehkan sejarah dengan menyusun dan menerbitkan sendiri buku pelajaran sejarah.

By :  Widodo
Update: 2024-05-08 10:45 GMT
Para guru sejarah yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sejarah SMA dan Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI) Jawa Tengah menorehkan sejarah dengan menyusun dan menerbitkan sendiri buku pelajaran sejarah. (foto: MGMP-AGSI)
Elshinta Peduli

Elshinta.com - Para guru sejarah yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sejarah SMA dan Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI) Jawa Tengah menorehkan sejarah dengan menyusun dan menerbitkan sendiri buku pelajaran sejarah.

Hal itu ditandai dengan kegiatan Rapat Koordinasi Penyusunan Buku Ajar Sejarah SMA Kurikulum Merdeka, Selasa-Rabu (7-8/5/2024) di BBPMP Jawa Tengah, Srondol, Semarang.

Ketua MGMP Sejarah SMA Provinsi Jawa Tengah Rinto Budi Santosa mengungkapkan hal ini bersejarah mengingat sebelumnya buku teks sejarah selalu disusun oleh tim dari pusat dan juga penerbit besar. 

"Dulu paling banter para guru sejarah hanya membuat buku Lembar Kerja Siswa (LKS). Kali ini karena ada Kurikulum Merdeka, maka kami memanfaatkan momen yang ada untuk membuat buku teks sejarah sendiri. Jadi konsepnya karena buku ini dari oleh dan untuk kami, harapannya lebih mengakomodir kebutuhan guru dan siswa dalam pembelajaran," ujar Rinto.

Sebanyak 16 guru sejarah tercatat sebagai penyusun buku yang nantinya akan diterbitkan melalui CV Media Mandiri. 
Salah satu penyusun Ulil Fachrudin, guru sejarah SMAN 2 Ungaran Kabupaten Semarang menilai, buku yang akan diterbitkan ini memiliki keunggulan sebagai bahan ajar Kurikulum Merdeka. 

"Buku ini memiliki materi yang padat dan jelas. Cocok untuk pemadatan karena berbasis Kurikulum Merdeka yang menekankan pada Asesmen. Dilengkapi banyak soal-soal yang disesuaikan dengan format AKM (Asesmen Kompetensi Minimal), dengan asesmen awal, formatif, sumatif tengah semester, sumatif akhir, pilihan ganda tunggal, pilihan ganda kompleks, soal menjodohkan, isian singkat, uraian, refleksi. Bahkan buku ini juga dilengkapi aktivitas mandiri dan kelompok yang diintegrasikan dengan QR Code untuk memudahkan akses bagi guru maupun murid," jelas Ulil. 

Rencananya sebelum tahun ajaran baru Juli 2024, buku ini akan dilaunching dan dipakai di seluruh sekolah di Jawa Tengah khususnya.(ynr)

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News