Dugaan kekerasan di Mts Negeri Semarang berawal dari 'bullying'

Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kementerian Agama (Kemenag) Kanwil Jawa Tengah Ahmad Faridi menjelaskan dugaan kasus kekerasan antar siswa di Mts Negeri Susukan, Kabupaten Semarang berawal dari saling buli atau bullying antar korban dan pelaku hingga selanjutnya mengarah ke arah kekerasan. 

Update: 2024-05-22 22:43 GMT
Sumber foto: Pranoto/elshinta.com.

Elshinta.com - Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kementerian Agama (Kemenag) Kanwil Jawa Tengah Ahmad Faridi menjelaskan dugaan kasus kekerasan antar siswa di Mts Negeri Susukan, Kabupaten Semarang berawal dari saling buli atau bullying antar korban dan pelaku hingga selanjutnya mengarah ke arah kekerasan. 

Menurutnya pendidikan madrasah melarang bullying di lembaga pendidikan apalagi aksi kekerasan pasti dilarang.

"Atas kejadian di MTS  Negeri Susukan, Kabupaten  Kemenag Jawa  Tengah shock dan prihatian," jelasnya di Salatiga, Rabu (22/5).

Pihaknya lanjut Ahmad mengupayakan mediasi dan meminta keluarga korban mau memaafkan meski proses hukum berjalan.

"Apapun ini terjadi di satu sekolah, tidak ada unsur kesengajaan," tandasnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Pranoto.

Korban diketahui berinisial D kelas 8  mengalami luka bakar di bagian dadanya karena diduga distrika berinisial F yang merupakan siswa kelas 9 dan sama-sama tinggal di boarding school sekolah tersebut.

Tags:    

Similar News